Pakar Kesehatan Minta Indonesia Pelajari Kesalahan AS dalam Tangani Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 06 Januari 2022 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 06 481 2528387 pakar-kesehatan-minta-indonesia-pelajari-kesalahan-as-dalam-tangani-covid-19-8XAy5m6gIJ.jpg Varian Omicron (Foto: Kalinga TV)

PAKAR Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i mengatakan, Indonesia harus banyak belajar dari kasus Covid-19 yang terjadi di Amerika Serikat (AS). Sebab Negeri Paman Sam tersebut mengalami lonjakan kasus padahal cakupan vaksinnya cukup tinggi.

"Amerika udah 77 persen dari populasi udah disuntik vaksin full dosis. Bahkan 20 persen sudah booster (dosis ketiga) tapi meledaknya satu hari sampai 1 juta, yang meninggal hampir 1.600 per hari," ujar dr. Fajri, saat diwawancarai MNC Portal, Rabu (5/1/2022).

 pandemi Covid-19

Selain itu, masyarakat AS yang dirawat inapnya akibat Covid-19 juga mencapai sekira 109 ribu per hari. Kondisi ini terjadi meskipun AS sudah memiliki kekebalan tubuh.

Dokter Fajri mengatakan, minimnya protokol kesehatan yang menyebabkan terjadinya ledakan kasus Covid-19.

"Lain cerita dengan Inggris walaupun udah sampai 180 ribu per hari tapi yang masuk rumah sakit tidak sebanyak AS. Norwegia, Denmark dan negara-negara maju lainnya tidak memiliki kasus meninggal separah AS," ujarnya.

Baca juga: Menlu Retno Marsudi: Indonesia Memperjuangkan Kesetaraan Vaksin Covid-19

Bagaimana dengan Indonesia?

Dokter Fajri mengatakan saat ini kondisi Covid-19 di Indonesia berada dalam posisi yang netral. Artinya situasi Covid-19 di Indonesia tidak seperti di AS, namun tidak juga seperti kondisi yang terjadi di Inggris.

"Tapi sejauh ini angka positivity rate Indonesia bagus sekali di bawah 1 persen. Artinya belum ada indikasi ke sana (meledak seperti di AS)," tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini