Survei: Lebih dari 85 Persen Populasi Sudah Punya Antibodi SARS-COV2

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 06 Januari 2022 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 06 481 2528452 survei-lebih-dari-85-persen-populasi-sudah-punya-antibodi-sars-cov2-chR1nq9wcU.jpg Populasi (Foto: NY post)

PROF Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 menyebutkan kalau ternyata lebih dari 85 persen, tepatnya 86,6 persen populasi Indonesia sudah memiliki antibodi SARS-COV2.

Antibodi tersebut disebutkan diperoleh dari kombinasi antara orang-orang yang sudah terinfeksi sebelumnya dengan antibodi dari masyarakat yang sudah divaksinasi Covid-19.

 Vaksinasi Covid-19

Angka tersebut didapatkan berdasarkan hasil sero survei yang dilakukan pada sebagian wilayah di Indonesia, yakni 100 kabupaten/kota, baik pada wilayah aglomerasi maupun non aglomerasi di periode sepanjang bulan November sampai Desember 2021.

Prof Wiku menambahkan, dari data survei ini juga menunjukkan ada lebih dari 73 persen populasi dari daerah lokasi survei yang ternyata sudah memiliki antibodi SARS-COV2 padahal belum pernah terdeteksi positif atau menerima vaksin Covid-19.

“Selain itu data ini menunjukkan informasi lainnya bahwa 73,2 persen populasi dari daerah yang disurvei ternyata telah memiliki antibodi padahal belum pernah terdeteksi positif maupun tervaksinasi Covid-19," jelas Prof Wiku, dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan Covid-19 baru-baru ini.

Pandu Riono, Ahli Epidemiologi yang terlibat dalam survei yang mencakup sekitar 22.000 responden tersebut mengatakan, tingkat kekebalan ini bisa menjelaskan mengapa belum ada lonjakan infeksi Covid-19 yang signifikan di Indonesia sejak pertengahan tahun 2021.

“Antibodi ini kemungkinan bisa memberikan perlindungan terhadap varian baru, termasuk Omicron yang sangat menular," kata Pandu.

Ia menambahkan, temuan survei ini harus masih diperiksa untuk menilai bagaimana berbagai merek vaksin Covid-19 yang ada dapat berkontribusi pada tingkat antibodi yang berbeda.

 Baca juga: Pasien Sembuh Virus Corona Hari Ini Berjumlah 209 Orang

Terkait hasil survei ini, Dicky Budiman ahli epidemiologi Universitas Griffith Australia (yang tidak ikut dalam survei di atas) memperingatkan bahwa hasil temuan survei ini harus disikapi dengan bijak, diperlakukan dengan hati-hati karena tingkat vaksinasi Indonesia nyatanya masih tertinggal di antara banyak negara dan tidak ada jaminan berapa lama antibodi tersebut bisa bertahan.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini