Share

Ashanty Negatif di Istanbul Tapi Positif di Indonesia, Kok Bisa?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Okezone · Jum'at 07 Januari 2022 20:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 07 612 2529029 ashanty-negatif-di-istanbul-tapi-positif-di-indonesia-kok-bisa-GOWRvu64ld.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENYANYI cantik Ashanty positif Covid-19 usai melakukan perjalanan dari Turki. Uniknya, ibu sambung Aurel ini mengaku telah menjalani dua kali PCR di Istanbul dan hasilnya negatif.

Tentunya banyak masyarakat yang heran, mengapa setibanya di Indonesia hasil tes PCR bisa dinyatakan positif. Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Addai, mencoba untuk memberikan penjelasan terkait fenomena ini.

"Ada yang namanya masa inkubasi. Masa inkubasi adalah masa dimana kita masuk virus lalu menimbulkan gejala atau hasil tesnya positif. Ada yang namanya Windows Period sehingga hasilnya tidak langsung positif," ujar dr. Fajri saat dihubungi MNC Portal, Kamis (7/1/2022).

Dokter Fajri pun mencontohkan kasus orang yang terinfeksi HIV. Menurutnya orang HIV itu memiliki Windows Period bisa sampai 3 minggu lamanya. Jadi ketika menyuntik, maka infeksi tidak langsung ketahuan besoknya, melainkan 3 minggu kemudian.

"Covid-19 ini jeda waktunya itu ada di mana virusnya masuk sampai hasil tesnya keluar Positif membutuhkan waktu inkubasi sekira 7 hari sampai 2 minggu. Varian-varian terbaru ini bisa sampai 5 hari," tambahnya.

Intinya, hasil tes Ashanty di Turki bisa negatif karena ada yang namanya masa inkubasi. Itulah sebabnya kenapa ada yang disebut masa karantina. Walaupun seseorang tesnya negatif, tapi tetap harus dikarantina.

"Minimal 14 hari sebenarnya, sekarang diperpendek menjadi 7 hari. semua karena menunggu masa inkubasi ini. Sebab semua yang tertular tidak langsung positif," tuntasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini