Share

Cegah Omicron, IDI Berharap Vaksin Booster Bisa Gratis

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 08 Januari 2022 09:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 08 612 2529134 cegah-omicron-idi-berharap-vaksin-booster-bisa-gratis-vMiBjgBhxM.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

VAKSIN booster atau dosis ketiga akan mulai diberikan pada 12 Januari 2022. Vaksin dosis ketiga ini pun tengah menunggu persetujuan izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Tapi, memang belum dipastikan vaksin apa saja yang nantinya digunakan sebagai booster Covid-19 ini. Meski demikian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, setidaknya dibutuhkan 230 juta dosis untuk program ini.

Soal gratis atau bayar, Menkes mengatakan bahwa keputusan akan disampaikan usai rapat terbatas bersama dengan Presiden Joko Widodo. Ini artinya, diperkirakan informasi akan keluar pada 10 Januari 2022.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 IDI Prof Zubairi Djoerban berharap sekali bahwa vaksin booster yang sangat penting di tengah lonjakan kasus Omicron diberikan gratis untuk masyarakat tidak mampu. Terlebih, vaksin Covid-19 itu sendiri terbukti efektif mengurangi risiko penyakit parah dan rawat inap.

"Munculnya Omicron menggarisbawahi pentingnya mendapatkan (vaksin) booster, yang semoga gratis untuk masyarakat tidak mampu, meski ada juga yang berbayar," terang Prof Zubairi Djoerban di Twitter.

Menurutnya, pemberian vaksin booster adalah kebutuhan saat ini dan itu menjadi tanggung jawab negara untuk memberikan perlindungan terbaik bagi rakyatnya dari bahaya mengancam nyawa.

Sejauh ini, ketetapan vaksin booster gratis hanya untuk lansia dan penerima bantuan iuran (PBI) non-lansia. Kelompok prioritas adalah lansia, tenaga kesehatan, peserta PBI, dan kelompok komorbid dengan immunocompromised.

Vaksin booster berbayar ditujukan untuk mandiri dan non-lansia. Vaksin booster mandiri dapat dibiayai oleh perorangan maupun badan usaha dan dilakukan di RS BUMN, RS swasta, maupun klinik swasta.

Namun, kepastian terkait ini, sekali lagi, diprediksi akan disampaikan Menkes Budi Gunadi Sadikin pada Senin (10/1/2022).

Terlepas dari itu, ada syarat bagi penerima vaksin booster. Apa saja?

1. Berusia 18 tahun ke atas

2. Telah mendapatkan vaksin dosis kedua minimal 6 bulan

3. Tinggal di kabupaten atau kota yang telah mencatatkan capaian vaksinasi dosis pertama 70 persen dan dosis kedua 60 persen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini