Share

Vaksin Pfizer Terbukti Lindungi Anak-Anak dari Komplikasi Langka Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 08 Januari 2022 10:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 08 612 2529157 vaksin-pfizer-terbukti-lindungi-anak-anak-dari-komplikasi-langka-covid-19-4v6xD1aXFd.jpeg Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

SALAH satu kelompok yang rawan terpapar Covid-19 adalah anak-anak. Ditambah lagi, saat ini sudah ditetapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen di beberapa daerah di Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah pun memperluas cakupan vaksinasi bagi anak di rentang usia 6 tahun ke atas. Pasalnya, dua dosis vaksin Pfizer terbukti sangat protektif melindungi anak-anak dari serangan komplikasi langka akibat Covid-19. Komplikasi tersebut adalah peradangan organ yang muncul beberapa minggu setelah infeksi Covid-19.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), komplikasi tersebut bernama Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C). Vaksin Pfizer terbukti 91 persen efektif mencegah komplikasi tersebut pada anak-anak berusia 12-18 tahun.

MIS-C sendiri adalah komplikasi yang menyebabkan peradangan organ pada tubuh a anak-anak, termasuk di jantung, paru-paru, ginjal, dan otak. Kejadian banyak dilaporkan dua hingga enam minggu pasca infeksi menyerang, baik gejala ringan atau tanpa gejala.

Laporan Reuters menjelaskan bahwa temuan peneliti ini didasarkan penelitian pada 283 pasien rawat inap berusia 12-18 tahun di 24 rumah sakit anak di 20 negara bagian AS. Data diambil dari Juli hingga awal Desember 2021, ketika kasus varian Delta menggila di sana.

"Sebanyak 37 pasien MIS-C yang perlu mendapatkan penanganan serius adalah anak-anak yang tidak divaksin Covid-19," terang studi tersebut, dikutip MNC Portal, Sabtu (8/1/2022).

Studi ini menambah daftar panjang kebaikan vaksin Covid-19, khususnya untuk usia anak-anak. Sebelumnya, tidak diketahui apakah vaksin Pfizer memiliki kemampuan proteksi terhadap komplikasi langka MIS-C ini.

"Meskipun hasil studi ini amat melegakan, tapi peneliti mencatat bahwa temuan ini memiliki keterbatasan, termasuk pertanyaan tentang efektivitas vaksin terhadap Omicron yang kini menyebar cepat," terang studi yang sudah diterbitkan di Mortality and Morbidity Weekly Report (MMWR) CDC.

Selain itu, kelompok anak usia 5-11 juga tidak dilibatkan dalam penelitian ini, padahal mereka berada pada risiko tertinggi komplikasi Covid-19 langka, MIS-C. Hal ini berkaitan dengan timeline pemberian vaksin Pfizer untuk kelompok tersebut yang baru dilakukan pada Oktober 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini