Share

Base Genep, Rahasia Kelezatan di Balik Masakan Tradisional Bali

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 10 Januari 2022 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 09 298 2529635 base-genep-rahasia-kelezatan-di-balik-masakan-tradisional-bali-IBDLDgTKui.jpg Base Genep rahasia kelezatan masakan khas Bali (Foto: IG/@kemenparekraf.ri)

SATE lilit dan ayam betutu merupakan masakan tradisional Bali yang disukai banyak orang, termasuk wisatawan mancanegara (wisman). Rasanya yang enak dan bikin nagih itu selalu ngangenin dan membuat Anda ingin berkunjung ke Bali, lagi dan lagi.

Meski demikian, ternyata tidak banyak yang tahu bahwa bumbu yang digunakan dalam hidangan sate lilit dan ayam betutu itu bernama base genep. Bumbu tradisional andalan masyarakat Bali ini menyimpan cerita sejarah masyarakat Hindu sejak ribuan tahun lalu.

Base Genep

Iyung Masruroh, Direktur Wisata MICE Kemenparekraf, menuturkan bahwa masakan Bali mendapatkan sentuhan budaya Hindu sehingga memiliki cita rasa yang berbeda dari ragam kuliner lainnya.

Baca Juga : Bebek dan Ayam Betutu, Kuliner Khas Bali sejak Zaman Majapahit

Sentuhan budaya dalam masakan Bali berhubungan dengan upacara keagamaan agama Hindu. Saat upacara berlangsung, dibutuhkan hidangan khusus yang biasa menjadi persembahan untuk para dewa. Makanan tersebut nantinya dikonsumsi bersama-sama dalam sebuah perayaan.

Baca Juga : Kangen Makan Sate Lilit khas Bali? Nih Resep Memasaknya

Base sendiri merupakan kata dalam bahasa Bali yang artinya bumbu. Masyarakat Bali memiliki beberapa base andalan saat memasak, salah satunya base genep.

Base Genep

Base genep terbuat dari bawang merah, bawang putih, lengkuas, kencur, kunyit, jahe, serai, kemiri, ketumbar, cabai, terasi, daun salam, serta jeruk limau. Bumbu tradisional ini merupakan rempah warisan leluhur sejak dua ribuan tahun yang lalu.

Uniknya, karena zaman dahulu belum tersedia timbangan makanan seperti saat ini, mereka pun menakar bumbu menggunakan jari tangan. Namun, hal tersebut sudah dilakukan turun temurun sehingga masyarakat modern pun tetap menggunakan jari tangan untuk menakarnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini