Share

Kasus Omicron di DKI Jakarta Paling Banyak, Apa Penyebabnya?

Wilda Fajriah, Jurnalis · Minggu 09 Januari 2022 09:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 09 481 2529429 kasus-omicron-di-dki-jakarta-paling-banyak-apa-penyebabnya-hgLkQll98c.jpg Varian Omicron (Foto: Antara)

KEMENTERIAN Kesehatan (kemenkes) mengungkap kasus konfirmasi omicron mencapai 333 orang hingga Sabtu 8 Januari 2022.

Berdasarkan lokasinya, 97 persen kasus didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri dan ada di Provinsi DKI Jakarta.

 omicron

"Pemerintah mencatat penambahan kasus sebanyak 199 orang, sehingga total konfirmasi omicron sebanyak 333 orang," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Widyawati melalui keterangan tertulis, Minggu (9/1/2022).

Varian omicron ditemukan pertama kali pada 24 November 2021 di Afrika Selatan, kini omicron telah terdeteksi di lebih dari 110 negara dan diperkirakan terus meluas. Kira-kira, apa yang menyebabkannya menyebar begitu cepat?

Melansir laman NY Times, varian omicron menyebar dua hingga empat kali lebih cepat dari varian delta.

Untuk melihat lebih dekat seberapa cepat omicron menyebar, peneliti Inggris juga mengamati apa yang terjadi di rumah tangga dari 121 orang yang telah terinfeksi varian tersebut.

Mereka menemukan bahwa omicron 3,2 kali lebih mungkin menyebabkan infeksi daripada varian delta. Para ilmuwan belum tahu apa yang membuat omicron begitu cepat persebarannya, tetapi beberapa petunjuk telah muncul dari penelitian pendahuluan.

Sebuah tim ilmuwan Inggris menemukan bahwa omicron sangat baik dalam menginfeksi sel-sel di hidung, misalnya. Ketika orang bernapas melalui hidung, mereka dapat melepaskan virus baru. Omicron juga mahir menghindari antibodi yang dihasilkan oleh vaksin dan infeksi sebelumnya.

Namun, omicron diketahui memiliki gejala yang lebih ringan dari varian sebelumnya. Misalnya, satu perbedaan yang terlihat adalah bahwa omicron mungkin lebih kecil kemungkinannya daripada varian sebelumnya untuk menyebabkan hilangnya rasa dan bau.

 Baca juga: Positif Omicron Naik Jadi 318 Kasus, Kemenkes Minta Masyarakat Tak Liburan ke Luar Negeri

Data yang dirilis minggu lalu dari perusahaan asuransi kesehatan swasta terbesar di Afrika Selatan, misalnya, menunjukkan bahwa orang Afrika Selatan dengan Omicron sering mengalami gatal atau sakit tenggorokan bersama dengan hidung tersumbat, batuk kering dan nyeri otot, terutama nyeri punggung bawah.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini