Penyebab Penyakit Jantung dan Cara Mencegahnya

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 09 Januari 2022 10:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 09 481 2529435 penyebab-penyakit-jantung-dan-cara-mencegahnya-DJtqdPb8yU.jpg Penyakit jantung (Foto: Pixabay)

PENYAKIT jantung adalah kondisi ketika jantung mengalami gangguan. Bentuk gangguan bermacam-macam, misalnya berupa gangguan pada pembuluh darah jantung, katup jantung, atau otot jantung.

Penyakit jantung juga dapat disebabkan oleh infeksi atau kelainan lahir. Oleh karena itu kita perlu lebih memperhatikan soal penyakit jantung.

 

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), dr. Radityo Prakoso, SpJP (K), FIHA mengatakan, setiap manusia memiliki faktor risiko penyakit jantung. Faktor risiko tersebut terbagi menjadi dua bagian, yakni yang dapat dimodifikasi, dan juga tidak dapat dimodifikasi.

sakit jantung 

Sakit jantung yang tidak dapat dimodifikasi meliputi genetik atau keturunan, jenis kelamin, dan usia. Sementara faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi meliputi, diet yang tidak sehat karena kebiasaan masakan orang Indonesia, kurangnya aktivitas fisik, merokok, dan stres.

“Kondisi stres menyebabkan tekanan darah pada tubuh meningkat. Tekanan darah tinggi yang tidak dapat diatasi dengan baik, dapat menyebabkan seseorang mengalami serangan jantung,” kata dr. Radityo.

Langkah-langkah pencegahan penyakit jantung yang bisa dilakukan, antara lain diet makan sehat, rajin melakukan aktivitas fisik, berhenti merokok, menghindari stres, konsultasikan ke dokter atau rumah sakit jika sudah ada gejala jantung.

Sementara itu, Direktur Siloam Hospitals Bali, dr. Dewa Ketut Oka mengatakan, guna menangani pasien jantung, pihaknya sudah memiliki poliklinik jantung. Sejatinya adanya pembukaan penambahan layanan poliklinik khusus pasien jantung, dilakukan untuk mengurangi antrian pasien yang bertujuan meningkatkan layanan dan kenyamanan.

Pihaknya, ujar dr. Dewa Ketut Oka, me-launching poliklinik jantung meskipun sudah memiliki poliklinik jantung di lantai tiga. Ada tiga ruangan poliklinik kemudian di bawah di tempat MCU ada dua ruangan poliklinik untuk dua dokter yang praktek di sana.

 Baca juga: Muncul Nyeri Dada Usai Operasi Jantung? Segera ke Dokter!

"Namun sering sekali terjadi di bawah itu terlalu banyak pasien, kekurangan tempat duduk, dan physical distancing susah dilakukan, karena gabung antara medical check-up dengan pelayanan jantung. Nah, itu yang kami pikirkan sehingga ini harus dipisahkan dan menjadi tempat poliklinik jantung," ungkapnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini