Kasus Omicron Meningkat, Menkes: Positivity Rate Kedatangan LN 65 Kali Lipat dari Transmisi Lokal

Siska Permata Sari, Jurnalis · Senin 10 Januari 2022 19:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 10 481 2530135 kasus-omicron-meningkat-menkes-positivity-rate-kedatangan-ln-65-kali-lipat-dari-transmisi-lokal-p4fRKCy8PI.jpg Menkes Budi Gunadi (Foto :YouTube/Sekretariat Presiden)

KASUS omicron di berbagai negara terus meningkat. Termasuk di Indonesia yang sudah ada 414 kasus omicron per Minggu (9/1/2022) kemarin.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, peningkatan jumlah kasus omicron ini lebih banyak berasal dari kedatangan luar negeri.

“Sebagai informasi, positivity rate untuk kedatangan luar negeri adalah 13 persen, jauh di atas positivity rate transmisi lokal yang 0,2 persen,” kata Menkes Budi Gunadi seperti dikutip dari konferensi pers virtual di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (10/1/2022).

Omicron

Jadi, sambung dia, positivity rate kedatangan luar negeri 65 kali lebih tinggi dibanding transmisi lokal. “Ini memperkuat hipotesa kami bahwa sebagian besar kasus positif yang terjadi disebabkan oleh kedatangan luar negeri,” ujarnya.

Dia membeberkan, negara-negara yang paling tinggi dengan kasus omicron. Di antaranya Arab Saudi, Turki, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Baca Juga : Peneliti Amerika Sebut Varian Omicron Masih Sebabkan Orang Sekarat

Di kesempatan yang sama, Menkes Budi juga memperingatkan bahwa transmisi varian Omicron akan lebih tinggi daripada Delta. Walau transmisinya cepat, kasusnya cenderung lebih ringan.

“Memang kenaikan transmisi omicron akan jauh lebih tinggi dari Delta. Tapi, yang dirawat jauh lebih sedikit,” ungkapnya.

Baca Juga : Indonesia Catat 414 Kasus Omicron, 2 Pasien Tidak Bergejala Ringan

Hal itu terbukti dari kasus omicron yang terjadi di Indonesia. “Dari 414, yang masuk kategori sedang atau membutuhkan perawatan dengan oksigen hanya dua orang, satu usia 58 tahun, satu lagi usia 47 tahun, dan keduanya memiliki komorbid,” jelasnya.

Dari 414 orang yang dirawat karena omicron tersebut, 114 atau sekira 26 persennya sudah sembuh. Termasuk dua pasien yang masuk kategori sedang dan membutuhkan oksigen.

“Jadi kesimpulannya, walau omicron cepat transmisinya tapi relatif lebih ringan,” kata dia.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini