Epidemiolog Bagikan Cara Hadapi Potensi Gelombang Tiga Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 11 Januari 2022 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 481 2530596 epidemiolog-bagikan-cara-hadapi-potensi-gelombang-tiga-covid-19-DfFacGAbkw.jpg Varian Omicron (Foto: Al Arabiya)

KOORDINATOR Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito mengatakan, tren kasus Covid-19 di Indonesia mulai mengalami peningkatan. Setidaknya terdapat 4 indikator Covid-19 yang mengalami kenaikan.

Beberapa indikator tersebut adalah peningkatan kasus aktif harian, peningkatan kasus positif harian, kenaikan positivity rate, dan kenaikan ketersediaan kamar tidur (BOR) untuk isolasi.

 pandemi Covid-19

Kondisi ini semakin memburuk dalam beberapa minggu terakhir pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Selain itu, kasus konfirmasi Omicron juga terus meningkat hingga mencapai 414 kasus dan didominasi oleh para pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Sebanyak 412 orang disebut memiliki gejala ringan, sedangkan dua kasus lainnya mengalami gejala sedang dan membutuhkan bantuan oksigen.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan, kondisi ini bisa menjadi sinyal di mana pemerintah harus waspada terhadap potensi munculnya gelombang 3 Covid-19 di Indonesia. Ia pun membagikan beberapa kesiapan pemerintah untuk menghadapi situasi tersebut.

"Berbicara kesiapan, sebetulnya sama kalau bicara strategi. Tapi bicara segi kuantitas dan kualitas ini yang harus meningkat berlipat-lipat sebagai contoh masker," kata Dicky saat dihubungi MNC Portal, Selasa (11/1/2022).

Menurut Dicky dari segi kualitas, penggunaan masker tidak bisa hanya sekadar masker medis biasa saja. Terutama untuk para pekerja pelayanan publik.

Setidaknya mereka harus menggunakan masker N95 atau KN95 yang berkualitas. Selain itu harus benar juga dalam memakainya.

 Baca juga: Apakah Vaksinasi Covid-19 Mempengaruhi Siklus Menstruasi?

"Kalau dari segi kuantitas adalah yang memakai maskernya menjadi banyak. Yang tadinya cuma 70 persen,a sekarang usahakan menjadi 90 persennya. Jadi 5M + 3T + vaksinasi menjadi senjata selain pengendalian level komunitas seperti PPKM," tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini