Pasien Omicron Sudah 414, Ini 4 Strategi RI Antisipasi Lonjakan Kasus

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 11 Januari 2022 16:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 481 2530617 pasien-omicron-sudah-414-ini-4-strategi-ri-antisipasi-lonjakan-kasus-3eqXNbIrsZ.jpeg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

KASUS konfirmasi Omicron di Tanah Air terus meningkat setiap harinya. Tercatat total kasus kumulatif Omicron di Indonesia per tanggal 8 Januari 2022 sudah mencapai angka 414 kasus. Sementara sudah ada 997 kasus probable Omicron yang tercatat Kemenkes.

Berdasarkan data yang dihimpun Kemenkes, sebanyak 414 kasus Omicron telah terdeteksi di Indonesia 80 persennya berasal dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Sementara fakta lain menyebut bahwa 90 persen jumlah kasus PPLN berasal dari 6 negara.

Selain itu, tingkat keterisian tempat tidur isolasi juga meningkat sebanyak 1,7 kali dalam kurun waktu dalam 1 minggu terakhir yakni dari 1.816 tempat tidur pada 31 Desember 2021 menjadi 3.073 pada 8 Januari 2022.

Pada 31 Desember 2021 hingga 8 Januari 2022 terdapat penambahan sebanyak 1.257 keterpakaian ruang isolasi. Sebanyak 88,5 persen penambahan isolasi di Jakarta berasal dari Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet.

Melihat kondisi tersebut, pemerintah melakukan upaya antisipasi dengan menjalankan strategi penanganan Covid-19. Merangkum dari paparan resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Selasa (11/1/2022), adapun strategi penanganan Covid-19 yang masih dilakukan pemerintah Indonesia meliputi empat hal utama, diantaranya:

Omicron

Deteksi

1. Meningkatkan tes epidemiologi dan tes skrining.

2. Meningkatkan rasio kontak erat yang dilacak dengan melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

3. Surveilans genomik di daerah-daerah bepotensi lonjakan kasus.

4. Meningkatkan deteksi di pintu masuk.

Baca Juga : Pakar Perkirakan Gelombang Ketiga Covid-19 Segera Terjadi karena Omicron

Baca Juga : Omicron Hanya Sebabkan Gejala Ringan Tak Berlaku bagi Lansia dan Komorbid

Terapeutik

1. Konversi TT 30-40% dari total kapasitas RS dan pemenuhan suplai (termasuk oksigen), alkes, dan SDM.

2. Mengerahkan tenaga cadangan dokter internship, koas, mahasiswa tingkat akhir.

3. Pengetatan syarat masuk RS: saturasi <95%, sesak napas. Diawasi oleh tenaga aparat atau relawan, agar hanya kasus sedang, berat, kritis di RS.

4. Meningkatkan pemanfaatan isolasi terpusat.

Vaksinasi

1. Alokasi vaksin 50% di daerah-daerah dengan kasus atau mobilitas tinggi.

2. Sentra vaksinasi di berbagai tempat yang mudah diakses oleh publik.

3. Syarat kartu vaksinasi bagi pelaku perjalanan dan di ruang atau fasilitas publik.

4. Percepatan vaksinasi pada kelompok rentan termasuk lansia dan orang dengan komorbid (riwayat penyakit penyerta).

Perubahan perilaku

1. Implementasi PPKM level 1-4

2. Pemanfaatan teknologi digital dalam implementasi protokol kesehatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini