Jika Rakyat Tak Mau Vaksin Booster karena Bayar, Epidemiolog UI: Pemerintah Mau Disalahkan?

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 11 Januari 2022 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 612 2530426 jika-rakyat-tak-mau-vaksin-booster-karena-bayar-epidemiolog-ui-pemerintah-mau-disalahkan-pczJYaBdBu.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

JIKA sesuai rencana, maka pemberian vaksin booster akan dilakukan pada Rabu 12 Januari 2022. Pada tahap awal, vaksin booster ini akan diberikan pada lansia dan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

Vaksinasi booster ini pun gratis bagi kelompok lansia sebagai kelompok rentan. Tapi, di luar itu masyarakat umum kemungkinan bisa saja dikenai tariff tertentu untuk masing-masing jenis dan merek vaksin yang ada.

Epidemiolog UI, Tri Yunis Miko Wahyono, mengatakan jika vaksin booster ini harus berbayar, maka bukan tidak mungkin mereka malah menolak. Menurutnya, jika pada akhirnya rakyat Indonesia menolak vaksin booster karena berbayar, maka itu adalah kesalahan pemerintah pusat.

“Jadi menurut saya, pemerintah harus mensecure dulu, wabahnya sudah selesai atau belum. Kalau wabahnya belum selesai, kalau masyarakat menolak membayar itu salah pemerintah, pemerintah mau disalahkan atau tidak?” ujar Tri, seperti dikutip dari siaran langsung iNews Siang, Selasa (11/1/2022).

Tri menambahkan, kondisi pandemi Covid-19 saat ini sudah membuat rakyat menderita. Mengingat karena pandemi, banyak masyarakat yang kehilangan mata pencaharian. Vaksinasi booster yang berbayar, akan hanya menambah beban ekonomi. “Sudah harga-harga naik, rakyat banyak yang dirumahkan, kontraknya dilepas, banyak yang tak bekerja sekarang,” tambahnya.

Ia menegaskan, semestinya pemerintah memprioritaskan untuk membiayai rakyatnya terlebih dahulu ketimbang kepentingan lain. Oleh karena itu, beberapa proyek seperti pembangunan ibu kota yang baru bisa ditunda sampai semua stabil.

“Jadi pemerintah menanggung banyak biaya, harus diprioritaskan sebenarnya. Jadi membangun ibu kota negara menurut saya kurang prioritas dibanding menolong rakyatnya,” pungkas Tri.

Аdapun tarif yang beredar saat ini merupakan estimasi tarif vaksin di luar negeri.Vaksin Coronavac Covid-19 BiofarmaVaksin Coronavac atau yang dikenal sebagai Sinovac, memiliki harga Rp193.000 per dosisnya.Booster diberikan sebanyak 1 dosis setelah enam bulan dari vaksinasi primer dosis lengkap untuk usia 18 tahun. Berdasarkan pertimbangan dari uji klinik, keamanan yang tidak diinginkan dan sering terjadi berhubungan dengan vaksin yaitu seperti nyeri di tempat suntikan, kemerahan, umumnya tingkat keparahannya level 1 dan 2.Imugenitas menunjukkan peningkatan titer antibodi netralisasi hingga 31-35 kali setelah 28 hari pemberian vaksin booster pada subjek dewasa.Vaksin AstraZenecaHarga Rp31.000-Rp113.000 per dosisUntuk booster homolog berbasis non replicating. Data keamanan menunjukkan efeknya bersifat ringan 55 persen, sedang 37 persen. Imugenitasnya menunjukkan antibodi sebesar 3,5 kali.Vaksin PfizerHarga berkisar Rp96.000-Rp329.000 per dosisBooster homolog dengan platform mRNA diberikan sebanyak 1 dosis minimal setelah 6 bulan setelah vaksinasi primer untuk usia 18 tahun ke atas. Data-data menunjukkan keamanan dan kejadian yang tidak diinginkan umumnya nyeri pada tempat suntikan, nyeri otot, nyeri sendi, demam dengan grade 1-2. Imugenitas menunjukkan rata-rata titer netralisasi antibodi setelah 1 bulan sebesar 3,3 kali.

Vaksin Moderna

Harga Rp142.000–Rp527.000 per dosis

Untuk homolog dan heterolog booster dengan dosis setengah. Untuk heterolognya Moderna untuk vaksin AstraZeneca, Pfixer, dan J&J. Baksin ini menunjukkan respon antibodi netralisasi sebesar 13 kali setelah pemberian dosis booster. Dan subjek dewasa 18 tahun ke atas.

Vaksin Zifivax

Harga belum diketahui

Untuk booster heterolog dengan primer Sinovac atau Sinopharm dengan pemberian setelah 6 bulan ke atas. Menujukkan titer antibodi netralisasi meningkat lebih dari 30 kali dengan subjek pada subjek yang telah mendapatkan vaksin Sinovac atau Sinopharm.

Vaksin lain yang masih menjadi pertimbangan untuk digunakan yaitu Sinopharm, Novavax, dan Janssen. Penyuntikan vaksin dosis ketiga akan dilakukan bila masyarakat yang sudah divaksin dua dosis mencapai 50%

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini