Fakta-Fakta Seputar Vaksin Booster, Harga di Bawah Rp300 Ribu hingga Syarat Penerima

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 11 Januari 2022 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 612 2530439 fakta-fakta-seputar-vaksin-booster-harga-di-bawah-rp300-ribu-hingga-syarat-penerima-CNgPaQq414.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan pemberian vaksin booster Covid-19 akan dimulai pada Rabu 12 Januari 2022. Jika sesuai renvana, vaksinasi booster ini terdiri dari dua skema yakni gratis dan berbayar.

Meski demikian Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan, hingga saat ini pemerintah belum mengeluarkan harga resmi terkait vaksinasi booster Covid-19.

"Belum ada biaya resmi yang telah ditetapkan oleh pemerintah,“ kata Siti Nadia, dalam siaran pers tertulis dari laman resmi Kemenkes, Selasa 4 Januari 2022.

Dalam sesi jumpa pers pada 3 Desember 2021 dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves), Luhut Binsar Pandjaitan, Menkes Budi sempat menyinggung soal estimasi besaran biaya yang vaksinasi booster yang harus dibayarkan pada Januari 2022 mendatang.

"Harga tersebut terbilang wajar dan masih tidak terlalu tinggi. Suntik berbayar alias vaksin booster paling mahal di bawah Rp300 ribu. Tapi dimulainya (diprioritaskan) dari yang umur-umur seperti Pak Luhut dulu (Lansia)," kata Menkes Budi.

Syarat vaksinasi booster Covid-19

Vaksinasi booster ini akan diberikan kepada golongan dewasa dengan usia di atas 18 tahun sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Selain itu vaksinasi booster ini juga akan diberikan kepada kabupaten dan kota yang telah memenuhi kriteria vaksinasi Covid-19.

"Vaksinasi booster ini baru akan bisa diberikan kepada masyarakat apbila suatu kabupaten atau kota telah sukes menyuntikan 70 persen vaksinasi dosis pertama dan 60 persen vaksinasi dosis kedua," kata Menkes Budi.

Sasaran vaksinasi booster Covid-19

Dalam sesi rapat dengan anggota komisi IX DPR pada November 2011, Menkes Budi juga menjelaskan bahwa nantinya vaksin booster Covid-19 ini akan diberikan satu kali (satu suntikan). Booster ini diprioritaskan terlebih dahulu untuk para lanjut usia (Lansia) dan para Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Menkes Budi juga menjelaskan bahwa tidak semua orang akan mendapatkan vaksinasi booster Covid-19 secara gratis. Pasalnya golongan tertentu yang wajib membayar secara mandiri agar dapat divaksinasi booster, salah satunya adalah anggota pemerintahan seperti anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Jadi mohon maaf anggota DPR yang penghasilannya cukup, diharapkan untuk bayar sendiri (vaksinasi booster Covid-19) dan nanti itu akan dibuka untuk pilih sendiri vaksinnya mau yang mana,” lanjutnya.

5 Vaksin booster yang sudah mendapat EUA dari BPOM

Terkait dengan vaksin Covid-19 yang akan digunakan sebagai booster, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Lukito telah memberikan Emergency Used Authorization (EUA) terhadap lima vaksin Covid-19. Vaksin tersebut diantaranya:

1.Coronavac (Sinovac-Biofarma)

2.AstraZeneca

3.Pfizer

4.Moderna

5.Zifivax

Saat ini Badan POM masih terus mencari kombinasi untuk vaksin yang diberikan berbeda dengan boosternya (Heterolog). Saat ini data mengenai vaksin yang akan digunakan dengan metode heterolog sedang difinalisasmelakukan penelitian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini