Epidemiolog Sarankan Vaksin Booster Pakai Jenis yang Berbeda

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 11 Januari 2022 13:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 612 2530473 epidemiolog-sarankan-vaksin-booster-pakai-jenis-yang-berbeda-RiIU84zSXY.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

PEMERINTAH memutuskan program vaksinasi booster digelar Rabu 12 Januari 2022 setelah Badan POM RI menerbitkan izin penggunaan darurat Emergency Use Authorization (EUA). Ada 5 jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan sebagai vaksin booster.

Terkait vaksin booster, atau suntikan vaksin Covid-19 ketiga sebagai penguat ini. Timbul pertanyaan, vaksin jenis manakah yang harus diambil sebagai vaksin booster? Apakah sama dengan vaksinasi primer dua dosis sebelumnya atau harus berbeda?

Disampaikan oleh Epidemiolog UI, Tri Yunis Miko Wahyono, tak dianjurkan untuk mengambil vaksin yang sama untuk booster dengan vaksin yang digunakan dalam vaksinasi primer, dosis pertama dan kedua sebelumnya.

“Dari penelitian-penelitian, homolog artinya sejenis. Kalau Sinopharm tidak dianjurkan boosternya sejenis, kalau Sinovac-Sinovac terus boosternya Sinovac lagi itu tidak dianjurkan dalam penelitian. Itu tidak meningkatkan dosis protektif,” papar Tri, dikutip dari siaran langsung iNews Siang, Selasa (11/1/2022).

Berdasarkan penelitian sejauh ini, dianjurkan mengambil vaksin booster yang berbeda dari vaksinasi primer sebelumnya.

“Homolog Sinovac tidak dianjurkan, homolog Sinopharm tidak dianjurkan, yang dianjurkan heterolog. Harusnya dosisnya yang tak sejenis, jadi Sinovac misalnya ya yang lain selain Sinovac. Boleh ambil Pfizer, Moderna, boleh juga AstraZeneca, dan lain-lain,” tutupnya.

Sebagai informasi, setelah proses evaluasi Badan POM RI bersama para tim ahli penilai obat dan vaksin. Sejauh ini lima jenis vaksin yang telah memenuhi syarat dan mendapatkan EUA untuk digunakan sebagai vaksin booster, ialah vaksin CoronaVac, Pfizer, AstraZeneca, Moderna dan Zifivax.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini