Tikus Panggang, Kuliner Ekstrem Khas Minahasa

Subhan Sabu, Jurnalis · Rabu 12 Januari 2022 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 298 2531180 tikus-panggang-kuliner-ekstrem-khas-minahasa-gMLDCRK3Jn.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JIKA Anda berkunjung ke Sulawesi Utara, cobalah jalan-jalan ke Pasar Beriman di Kota Tomohon. Pasar ini layaknya pasar tradisional lainnya di Indonesia yang menjual berbagai dagangan seperti sembako, sayur mayur, ikan serta berbagai kebutuhan lainnya.

Namun ada tradisi unik yang membedakannya. Di pasar ini menjual berbagai daging hewan yang tak lazim. Tempat ini sering juga disebut sebagai pasar ekstrem lantaran menjual daging hewan anjing, kucing, babi, kelelawar, babi hutan, tikus hutan ekor putih, ular piton hingga kus-kus. Bahkan daging hewan yang terancam punah pun ada di sini, seperti yaki atau monyet hitam Sulawesi (Macaca Nigra).

Salah satu kuliner ekstrem yang dipercaya mempunyai khasiat bagi kesehatan jika dikonsumsi yakni tikus panggang atau biasa disebut kawok. Bagi sebagian orang yang tidak terbiasa, pastinya akan merasa jijik mengingat tempat hidup tikus yang sangat kotor.

Namun, bagi yang sudah mencicipinya, rasa sajian ini tak jauh beda seperti ayam bakar. Dibaluri dengan mentega, tikus-tikus dipanggang hingga matang. Tikus yang digunakan juga yakni tikus hutan berekor putih dan hanya makan tumbuh-tumbuhan saja. Tikus ini biasanya ditangkap langsung di hutan.

Tikus panggang

Rini, salah seorang pengusaha rumah makan di Tomohon mengatakan, tikus panggang ini tidak setiap hari tersedia, hanya ada di hari-hari besar seperti Natal dan Tahun Baru. "Itu lebih mahal dari daging ayam dan daging babi," ujar Rini.

Tikus panggang ini kata dia tidak tersedia secara reguler di rumah makan-rumah makan karena permintaan terhadap tikus panggang di hari-hari biasa tidak banyak. Sehingga jarang orang yang berburu di hutan untuk mencari tikus, kalau pun ada, hanya untuk dikonsumsi sendiri atau pun jika ada hajatan besar.

"Sudah lewat Natal dan kuncikan (Kunci Tahun) otomatis makanan begitu kurang orang-orang yang mengiar alias berburu karena pembeli sedikit. Beda kalau waktu Natal, banyak yang pergi berburu, cari uang, karena harganya mahal," tutur Rini.

Tikus diyakini berkhasiat bagi kesehatan. Dalam sebuah penelitian tikus mengandung 1090 ME (kj/100g) energi yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga stamina dan meningkatkan imun.

Tikus juga dipercaya mampu memperbaiki vitalitas sekaligus meningkatkan stamina. Bahkan menurut sebuah penelitian, manfaatnya akan lebih terasa jika mengonsumsi anak tikus. Gimana, tertarik untuk mencoba?

Baca pembahasan mengenai Tradisi Unik selengkapnya di iNews.id melalui link berikut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini