Menkes Budi Buka-bukaan soal Stok Vaksin Covid-19 di Indonesia

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 12 Januari 2022 10:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 481 2530924 menkes-budi-buka-bukaan-soal-stok-vaksin-covid-19-di-indonesia-Va0jHnxa02.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: Unsplash)

SEIRING dengan masuknya varian baru Omicron dan mulai meningkatnya kasus positif Covid-19 pasca-libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah menggenjot program vaksinasi booster bagi masyarakat.

Kick off vaksinasi booster dimulai pada Rabu, 12 Januari 2022 di dua tempat yakni RSUD Tangerang Selatan dan Puskesmas Kramat Jati. Perlu diketahui, vaksinasi ini bersifat gratis dan diprioritaskan untuk lanjut usia (lansia), kelompok rentan atau immunocpromised.

 Menkes

Vaksinasi booster Covid-19 ini akan menggunakan lima jenis vaksin yang telah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan telah disetujui oleh Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) pada 10 Januari 2022.

Kelima vaksin tersebut di antaranya adalah Coronavac (Sinovac-Bio Farma), AstraZeneca, Pfizer, Moderna, dan Zifivax.

Dalam keterangan pers, Selasa 11 Januari 2022, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Indonesia saat ini memiliki stok vaksin yang cukup. Selain itu, masyarakat juga tidak perlu ragu, karena stok vaksin yang ada masih bisa mengakomodir semua kebutuhan vaksinasi yang ada.

"Vaksin tersebut diperoleh dari banyak sumber, di antaranya berasal dari kontrak pengadaan vaksin di 2021 yang pengirimannya akan tiba pada awal 2022," ujar Menkes Budi.

Selain itu suplai tambahan vaksin juga diterima pemerintah Indonesia dengan COVAX Facility. COVAX sendiri merupakan singkatan dari Covid-19 Vaccines Global Access yang merupakan inisiatif global yang ditujukan untuk akses setara untuk vaksin-vaksin Covid-19.

“Selain itu adanya tambahan yang cukup signifikan dari vaksin donasi dunia. Baik melalui program kerjasama COVAX maupun juga program kerjasama bilateral,” lanjutnya.

Menkes mengatakan, sebelumnya COVAX telah memberikan komitmen bantuan terhadap 20 persen vaksin Covid-19 dari populasi Indonesia. Namun, sekarang COVAX sudah mengonfirmasi akan meningkatkan bantuan menjadi 30 persen vaksin Covid-19 dari populasi Indonesia.

"Kira-kira setara vaksinasi untuk 27 juta orang atau setara dengan 54 juta dosis vaksin gratis yang bisa diterima pemerintah. Total dari tahun lalu dan tahun ini," tegas Menkes.

Selain itu masyarakat juga diimbau tidak khawatir dengan program Vaksinasi Gotong Royong. Sebab pemerintah akan tetap mempertahankan mekanisme vaksin Gotong Royong yang selama ini sudah berjalan.

 Baca juga: Begini Cara Daftar Vaksin Booster Covid-19 dan Cek Tiket di PeduliLidungi

"Dengan kondisi bahwa vaksin ini tetap diterima gratis kepada masyarakat yang disuntik dan jenis vaksinnya tidak sama dengan vaksin program pemerintah,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini