Masyarakat Harus Bersiap Hadapi Gelombang Omicron

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 12 Januari 2022 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 481 2531028 masyarakat-harus-bersiap-hadapi-gelombang-omicron-gSUi2lw59W.jpg Varian Omicron (Foto: Al Arabiya)

PENAMBAHAN kasus Omicron di Indonesia terus terjadi. Kementerian Kesehatan mencatat setidaknya sampai Senin 10 Januari kemarin, sudah ada penambahan sebanyak 92 kasus konfirmasi.

Penambahan hampir 100 kasus Omicron tersebut menjadikan saat ini total konfirmasi Omicron sebanyak 506 kasus. Dari catatan Kemenkes, penambahan kasus masih didominasi oleh Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN), dari 506 kasus konfirmasi Omicron, 84 kasus merupakan transmisi lokal, sisanya oleh para pelaku perjalanan luar negeri.

 omicron

Selain kasus Konfirmasi, angka probable Omicron juga terus mengalami peningkatan. Hingga Senin 10 Januari kemarin, telah terdeteksi sebanyak 1.384 probable Omicron yang didapatkan dari tes SGTF. Dari pemeriksaan SGTF, kasus probable Omicron pada PPLN cenderung meningkat, hasil WGS juga menunjukkan proporsi varian Omicron yang mulai mendominasi.

Sementara itu, angka kasus harian sebagaimana disebutkan dr. Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, mengalami lonjakan hampir dua kali lipat.

“Kalau kita perhatikan, juga terlihat peningkatan yang signifikan dari angka kasus harian di mana dari sejumlah 454 menjadi 802, naik hampir dua kali lipat,” kata dr. Siti Nadia Tarmizi.

Merujuk pada situasi angka kasus Omicron yang terus naik, dr. Siti Nadia memperingatkan masyarakat mau tak mau harus bersiap akan hantaman gelombang varian Omicron.

“Masyarakat harus bersiap hadapi gelombang Omicron, mengingat karakteristik Omicron yang memiliki tingkat penyebaran yang sangat cepat,” ungkap dr. Nadia, seperti dikutip dari siaran media Kementerian Kesehatan, Rabu (12/1/2022).

Dilihat dari tingkat keparahan, mayoritas kasus Omicron sejauh ini diketahui tak menunjukkan gejala atau hanya ada gejala ringan. Sehingga tidak membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit. Maka dari itu, pasien yang isolasi mandiri di rumah, bisa memanfaatkan layanan telemedicine yang ada.

“Kami bekerjasama dengan 17 platform telemedicine untuk memberikan jasa konsultasi dokter dan jasa pengiriman obat secara gratis bagi pasien COVID-19 yang sedang isolasi di rumah, agar penanganan pasien bisa dilakukan seluas dan seefektif mungkin,” pungkas dr. Nadia

 Baca juga: Epidemiolog Sebut Kasus Omicron Bisa 2 Kali Lipat dari Delta

Selain itu dari sisi teurapetik, Kemenkes juga akan menyertakan penggunaan obat Monulpiravir dan Plaxlovid untuk terapi pasien Covid-19 dengan gejala ringan. Sementara untuk tracing, akan dilakukan penemuan kasus aktif dengan meningkatkan tracing menjadi lebih dari 30 per kasus positif, pemeriksaan WGS pada level komunitas dengan target 1.700 sampai 2.000 WGS setiap bulannya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini