Share

Waspada Abu Vulkanik Gunung Api, Ini Rekomendasi IDAI agar Aman

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 12 Januari 2022 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 481 2531064 waspada-abu-vulkanik-gunung-api-ini-rekomendasi-idai-agar-aman-2TN7wzlNYr.jpg Gunung Semeru erupsi (Foto: Antara)

BEBERAPA minggu terakhir, sejumlah gunung api di Indonesia terlihat aktif. Gunung Semeru di Jawa Timur dan Gunung Merapi di Jawa Tengah mengalami erupsi yang menyebabkan guguran abu vulkanik.

Tanpa disadari erupsi gunung berapi ini dapat menyebabkan penyakit berbahaya yang menyerang saluran pernapasan manusia. Salah satunya adalah Pneumoultramicroscopicsilicovolcanoconiosis biasa disebut dengan Pneumokoniosis atau P45.

gunung erupsi

P45 merupakan penyakit radang paru akut (Pneumonia) yang terjadi setelah terhirupnya partikel endapan yang terkandung di dalam bentuk abu vulkanik.

Merangkum dari laman Instagram resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), @idai_ig, Rabu (12/1/2022), membagikan beberapa rekomendasi yang bisa dilakukan masyarakat yang tinggal di sekitar area gunung merapi agar terhindar dari P45.

Rekomendasi umum

1. Siapkan kit gawat darurat serta rencana evakuasi keluarga.

2. Siapkan kit asma dan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Klinis) jika memiliki penyakit tersebut.

3. Segera evakuasi saat ada perintah, jika tidak memungkinkan, tetap dirumah.

4. Periksa kualitas udara, apakah aman di sekitar Anda setiap hari.

 Baca juga: Waspada Pneumokoniosis Pasca-Erupsi Gunung, Kenali Tanda dan Gejalanya

Rekomendasi di rumah

1. Tetap di rumah hingga debu mengendap, tutup semua pintu dan jendela. Ganjal celah pintu dengan handuk basah, solatip sisi jendela.

2. Atur AC ke mode resirkulasi sehingga udara luar tidak masuk dan udara bersih akan bersirkulasi melalui AC.

3. Perhatikan anak-anak, orangtua, dan orang dengan penyakit paru karena lebih rentan terhadap asap.

Rekomendasi di luar rumah

1. Gunakan masker debu dengan HEPA filter (masker N-95 paling direkomendasikan). Juga pakaian yang menutupi seluruh tubuh serta menggunakan pelindung mata.

2. Hindari mengemudi. Jika harus maka tutup semua jendela dan ventilasi. Atur AC ke mode resirkulasi.

3. Jangan berolahraga di luar rumah jika kualitas udara berwarna merah (tidak sehat) atau lebih tinggi.

Rekomendasi obat-obatan

1. Letakan obat di tempat yang mudah dijangkau. Penting untuk rutin minum obat. Obat untuk gejala akut harus tersedia.

2. Jika tidak ada konsumsi obat, tetapi merasa akan dibutuhkan, hubungi dokter. Pastikan dapat intruksi jelas apa yang harus dilakukan jika kondisi paru memburuk.

3. Asumsikan bahwa paru akan memburuk, kontak segera dokter jika kondisi semakin buruk. Jangan dibuat semakin berlarut terutama jika kadar debu sekitar tinggi.

4. Tanyakan mengenai penggunaan oksigen. Kadar oksigen harus disesuaikan oleh dokter (hubungi dokter pribadi sebelum melakukan tindakan apapun).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini