Ini Alasan Vaksin Booster Hanya Diberikan 1/2 Dosis

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 12 Januari 2022 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 481 2531172 ini-alasan-vaksin-booster-hanya-diberikan-1-2-dosis-sgRdnleqZb.jpeg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

VAKSINASI Booster resmi digelar hari ini, Rabu (12/1/2022). Kick off vaksinasi ini diselenggarakan di dua tempat pagi ini yakni RSUD Tangerang Selatan dan Puskesmas Kramat Jati.

Vaksinasi ini bersifat gratis dan diprioritaskan untuk lanjut usia (lansia), kelompok rentan atau immunocpromised. Berbeda dengan sebelumnya vaksinasi booster Covid-19 diberikan setengah dosis, kenapa?

Dalam penjelasannya, Selasa 11 Januari 2022, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian dalam dan luar negeri yang melibatkan tim peneliti Indonesia, menunjukkan vaksin booster setengah dosis sama efektifnya dalam meningkatkan antibodi dalam tubuh.

"Hasilnya menunjukkan peningkatan level antibodi yang relatif sama atau lebih baik dari vaksin booster dosis penuh dan mendapatkan dampak Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang lebih ringan,” jelasnya.

Vaksin Booster

Selain itu, masyarakat yang sebelumnya menerima vaksin pertama dan kedua berjenis Sinovac, akan dikombinasikan dengan 1/2 dosis vaksin Pfizer. Opsi lainnya jika masyarakat menerima vaksin pertama dan kedua berjenis Sinovac, akan dikombinasikan dengan 1/2 dosis vaksin AstraZeneca.

Baca Juga : Ahli WHO Sebut Pakai Booster yang Sama dengan Vaksin Awal Tak Efektif Lawan Omicron

Bagi masyarakat yang menerima vaksin pertama dan kedua berjenis AstraZeneca, maka akan mendapatkan booster 1/2 dosis vaksin Moderna. Mengapa vaksin booster diberikan berbeda dengan sebelumnya?

Baca Juga : Kuota Vaksin Booster Jumlahnya Berbeda-beda di Setiap Daerah

Menkes Budi mengatakan, beberapa penelitian dari dalam dan luar negeri telah menunjukkan bahwa vaksin booster heterologus dapat memberikan antibodi lebih baik.

"Vaksin booster heterologus vaksin booster dengan kombinasi yang berbeda menunjukkan peningkatan antibodi yang relatif sama atau lebih baik dari vaksin booster homologus atau dengan vaksin yang sama," pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini