Akurasi Setara PCR, Metode LAMP Mampu Deteksi Covid-19 Kurang dari 1 Jam

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 13 Januari 2022 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 481 2531357 akurasi-setara-pcr-metode-lamp-mampu-deteksi-covid-19-kurang-dari-1-jam-9ifuAclpbI.jpg Metode LAMP (Foto: BRIN)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) telah memberikan nomor izin edar alat kesehatan untuk Loop Mediated Isothermal Amplification (LAMP). Metode ini merupakan salah satu alternatif pengujian virus Covid-19 tanpa menggunakan alat Polymerase Chain Reaction (PCR).

Menariknya, reaksi amplifikasi gen target dengan metode LAMP ini hanya membutuhkan watku kurang dari satu jam. Alhasil diagnosa hasil Covid-19 bisa diperoleh lebih cepat, namun dengan hasil seakurat PCR.

LAMP

Untuk meningkatkan kemampuan testing, Peneliti Kimia BRIN, Tjandrawati Mozef, beserta timnya mengusulkan inovasi baru, yaitu metode LAMP yang mampu mendeteksi secara spesifik material genetik dari virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Produk inovasi LAMP ini menggunakan sampel ekstrak RNA hasil swab hidung yang dapat dideteksi secara kualitatif dengan melihat adanya presipitasi dengan akurasi yang baik. Selain itu, dikatakannya, LAMP bisa juga menggunakan alat real-time turbidimeter hasil inovasi riset BRIN.

LAMP

“Akurasinya dapat ditingkatkan setara dengan sistem RT-PCR dan reaksi amplifikasi dapat dipantau secara real-time,” ujar Tjandrawati, dalam siaran pers resmi BRIN, Rabu (12/1/2022).

Baca Juga : LAMP, Metode Deteksi Covid-19 yang Lebih Cepat dari PCR Siap Beredar!

Dirinya berharap, LAMP yang dibuat BRIN ini mampu bersaing dengan keunggulannya. Sebab LAMP ini tidak memerlukan alat thermocycler, cepat, dan akurat. Tjandrawati mengungkapkan, produk inovasi BRIN ini dapat diaplikasikan di masyarakat dengan jangkauan lebih luas.

"Sehingga dapat membantu program pemerintah dalam hal peningkatan kapasitas testing secara nasional. Selain itu hasil deteksi Covid-19 dengan LAMP diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dokumen persyaratan perjalanan,” lanjutnya.

Baca Juga : Baca Juga : Sampel Tes PCR Paling Baik di Hidung Bagian Belakang, Ini Alasannya

 LAMP saat ini juga sedang dikembangkan untuk dapat menggunakan sampel saliva. Metode ini diklaim memiliki hasil yang sangat menjanjikan. Saat ini statusnya sedang diproses untuk pengajuan izin edar.

“Secara in silico, RT-LAMP telah diuji spesifisitasnya terhadap varian-varian SARS-CoV-2, termasuk varian Delta dan Omicron, dengan hasil mampu mendeteksi varian-varian tersebut,” tuturnya.

Di awal 2022, kasus Covid-19 akibat varian Omicron terdeteksi di berbagai negara. Meskipun gejala Omicron tidak menunjukkan gejala serius, namun penyebarannya terdeteksi lebih cepat. Cara mendeteksi sesorang terinfeksi Covid-19 varian Omicron atau lainnya adalah dengan alat tes PCR dan dianalisis lanjut di laboratorium.

LAMP

Metode PCR ini paling akurat, namun hasil pengujian lebih lama dan biayanya relatif mahal. Menurut Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Teknik (OR IPT) BRIN, Agus Haryono, dalam mengantisipasi penyebaran varian baru Covid 19 adalah dengan melakukan skrining dan pengujian, termasuk dengan metode RT-LAMP.

"Skrining dan pengujian menjadi kunci penting dalam pencegahan penyebaran Covid-19, termasuk menghadapi varian Omicron,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini