Share

Ahli WHO Sebut Pakai Booster yang Sama dengan Vaksin Awal Tak Efektif Lawan Omicron

Hasyim Ashari, MNC Portal · Rabu 12 Januari 2022 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 612 2531051 ahli-who-sebut-pakai-booster-yang-sama-dengan-vaksin-awal-tak-efektif-lawan-omicron-TrVxT53sSw.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

PEMERINTAH memang telah melakukan pemberian vaksin booster hari ini. Pemberian vaksin booster ini memang beru diberikan pada lansia dan kelompok yang rawan jika terpapar Covid-19.

Tapi, yang banyak menjadi pertanyaan saat ini adalah apakah aman mendapatkan vaksin Covid-19? Lantas mana yang terbaik, mendapatkan vaksin yang sama atau mengambil vaksin yang baru?

Nah, para ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa vaksin booster dari vaksin Covid-19 yang lama tidak efektif melawan varian yang muncul. Oleh karenanya, suntikan vaksin booster dari merek yang berbeda lebih melindungi kita dari penularan.

Pernyataan tersebut juga didukung oleh kelompok penasihat Teknis WHO bidang Komposisi vaksin Covid-19 (TAG-Co-VAC). Mereka berpendapat pemberian vaksin Covid-19 yang berbeda adalah cara terbaik untuk melawan varian baru yang masuk.

“Strategi vaksinasi berdasarkan dosis penguat berulang dari komposisi vaksin awal tidak tepat atau berkelanjutan," kata TAG-Co-VAC seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (12/1/2022).

Kelompok penasihat Teknis WHO mengatakan, tidak menutup kemungkinan akan ada kebutuhan untuk memperbarui vaksin yang ada untuk lebih menargetkan varian Covid-19 yang muncul seperti Omicron. Menurut mereka, pengembangan vaksin baru tidak hanya melindungi orang yang tertular Covid-19 agar tidak jatuh sakit parah, tetapi juga lebih baik mencegah orang tertular virus sejak awal.

“Vaksin baru Covid-19 berdampak tinggi terhadap pencegahan infeksi dan penularan, selain pencegahan penyakit berat dan kematian, perlu dan harus dikembangkan,” tutur TAG-Co-VAC.

Oleh sebab itu, pihaknya menyarankan agar pengembang vaksin harus berusaha untuk menciptakan suntikan yang mendapatkan respons imun yang luas, kuat, dan tahan lama untuk mengurangi kebutuhan akan dosis booster yang berurutan.

Menurut laporan resmi dari WHO, saai ini terdapat 331 kandidat vaksin sedang dikerjakan di seluruh dunia. Sampai vaksin baru dikembangkan, TAG-Co-VAC mengatakan komposisi vaksin Covid-19 saat ini mungkin perlu diperbarui.

Pihaknya memastikan bahwa para pengembang vaksin Covid-19 akan terus memberikan tingkat perlindungan yang direkomendasikan oleh WHO terhadap infeksi dan penyakit termasuk Omicron dan varian yang akan datang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini