Latar Belakang Ilmiah Manfaat Falun Dafa (Falun Gong)

Karina Asta Widara , Jurnalis · Kamis 13 Januari 2022 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 13 12 2531479 latar-belakang-ilmiah-manfaat-falun-dafa-falun-gong-QqNOmuO9Ka.JPG Hasil penelitian menunjukan bahwa berlatih gerakan Falun Dafa sangat bermanfaat pada kesehatan. Foto: Dok Falun Dafa

Manusia telah bermeditasi selama ribuan tahun, tetapi ilmu pengetahuan baru mulai untuk memahaminya. Di zaman sekarang di mana uji klinis dilakukan untuk mengenali solusi yang efektif, para peneliti mengevaluasi dampak dari latihan Falun Dafa untuk melihat apakah manfaatnya benar-benar terbukti.

Sebuah buku baru, “The Mindful Practice of Falun Gong: Meditation for Health, Wellness, and Beyond,” membahas latar belakang ilmiah mengenai khasiat penyembuhan latihan yang bebas biaya ini. Menurut penulis dan peneliti Dr. Margaret Trey, data yang tersedia sejauh ini menunjukkan Falun Dafa memiliki potensi penyembuhan yang luar biasa.

Landasan buku Dr. Margaret Trey ini adalah penelitian perintis yang ia dilakukan, Survey The Study of the Health-Wellness Effects of Falun Gong: Applications to Counseling, yang diterbitkan dalam Vistas online, suatu jurnal online American Counseling Association. Survei ini dikembangkan sebagai bagian dari disertasi doktoralnya di University of South Australia.

Survei ini membandingkan khasiat kesehatan Falun Dafa seperti yang dirasakan oleh praktisi, dengan kelompok kontrol yaitu peserta non-praktisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berlatih gerakan Falun Dafa sangat bermanfaat terhadap kesehatan yang dirasakan dan dilaporkan sendiri oleh praktisi.

Survei di Australia ini menemukan bahwa praktisi Falun Dafa melaporkan telah menikmati kesehatan yang lebih baik daripada kelompok non-praktisi. Banyak praktisi Falun Dafa (76 persen) memiliki kesehatan yang sangat baik, dibandingkan dengan kelompok non-praktisi (19 persen). Kebanyakan praktisi (83 persen) merasakan kedamaian dan sangat energik dibandingkan dengan kelompok non-praktisi (44 persen). Kebanyakan praktisi Falun Dafa (83 persen) melaporkan bahwa masalah fisik atau emosional tidak memengaruhi kehidupan mereka sama sekali, dibandingkan dengan lebih dari setengah kelompok non-praktisi.

Survei di Australia ini dimulai pada kelompok Falun Dafa yang sebelum berlatih gerakan Falun Dafa relatif mengalami lebih banyak masalah kesehatan, yang lebih buruk daripada kelompok non-Falun Dafa di seluruh masalah kesehatan. Banyak praktisi Falun Dafa melaporkan bahwa sebelum berlatih gerakan Falun Dafa, mereka menderita dua atau lebih masalah medis yang benar-benar pulih sejak mereka mulai berlatih Falun Dafa.

Karakteristik Falun Dafa

Falun Dafa adalah latihan kultivasi (pengolahan) jiwa raga untuk memurnikan tubuh dan memperbaiki watak moralitas. Kultivasi raga terdiri dari lima perangkat gerakan untuk membangkitkan energi dalam tubuh, menyerap dan memperkuat energi alam semesta. Kultivasi jiwa adalah perbaikan watak ke arah Sejati, Baik, Sabar, mencari ke dalam diri bila menghadapi masalah, menyingkirkan sifat egois, melepaskan emosi, kepentingan dan keterikatan pribadi untuk mencapai kondisi jiwa yang murni.

Falun Dafa diperkenalkan ke masyarakat umum pada tahun 1992 oleh Master Li Hongzhi dengan berkeliling seluruh Tiongkok untuk memberi ceramah dan mengajar instruksi latihan gerakan.

Setelah memberi 54 ceramah kepada masyarakat umum, perjalanan keliling Tiongkok berakhir pada tahun 1995, namun latihan ini terus berkembang karena tersebar dari mulut ke mulut. Buku “Zhuan Falun” yang berisi ceramah Master Li telah menjadi buku yang sangat populer. Pada tahun 1998, sebuah survei yang dilakukan Pemerintah Tiongkok melaporkan bahwa 70 juta orang Tiongkok telah berlatih Falun Dafa, termasuk di Indonesia.

Berlatih Falun Dafa

Survei di Tiongkok

Peningkatan jumlah orang yang berlatih di Tiongkok kala itu telah menarik perhatian Pemerintah Tiongkok dan komunitas medis, yang mengirim peneliti untuk menyelidiki hal ini. Temuan yang mereka dapatkan sangat mirip dengan survei di Australia.

Pada tahun 1998, survei dilakukan di Beijing, Wuhan, Dalian, dan Guangdong untuk meneliti mengapa begitu banyak orang yang berbondong-bondong datang untuk berlatih Falun Dafa. Para peneliti menemukan bahwa 98 persen dari 31.000 praktisi yang disurvei mengalami perbaikan kesehatan yang nyata segera setelah praktisi melakukan latihan. Lebih dari 90 persen praktisi yang disurvei dilaporkan menderita berbagai penyakit sebelum berlatih gerakan, dan lebih dari 70 persen praktisi mengalami pemulihan yang “sempurna” atau “hampir sempurna” dari penyakit yang dideritanya.

Penelitian ini juga mengamati adanya penghematan biaya perawatan kesehatan yang besar karena mereka berlatih gerakan Falun Dafa. Menurut survei di Tiongkok, para praktisi telah menghemat uang negara sebesar 70 juta yuan (10.982.000 dollar) untuk biaya perawatan kesehatan.

Demikian juga temuan dalam survei di Australia, sebagian besar responden Falun Dafa (95 persen) melaporkan bahwa mereka tidak menggunakan obat apa pun (resep dokter, obat yang dijual bebas, vitamin, atau suplemen) dan 92 persen responden Falun Dafa mengatakan mereka tidak menghabiskan uang untuk biaya pengobatan kesehatan.

Dr. Margaret Trey membuat buku yang berisi kumpulan studi kasus yang luar biasa, yaitu: kisah nyata kehidupan praktisi Falun Dafa yang menyoroti titik balik permasalahan dalam kehidupan praktisi, dan ketahanannya dalam menghadapi badai kehidupan sebagai manusia bermental kuat.

“Sebagai contoh, salah satu wanita peserta penelitian saya pernah dipenjara di Kamp Kerja Paksa Masanjia,” kata Dr. Margaret Trey. “Kisahnya menceritakan bagaimana keyakinannya akan Falun Dafa telah memberikan kekuatan dan ketahanan untuk hidup melalui saat-saat yang mengerikan di salah satu kamp kerja paksa Tiongkok yang paling terkenal yang digunakan Kantor 610 untuk menahan dan menyiksa praktisi Falun Dafa. Banyak orang biasa yang dipenjara di sana berakhir dengan gangguan stres pasca-trauma setelah mengalami kejadian yang mengerikan, tetapi hal tersebut tidak terjadi pada praktisi.”

Kantor 610 adalah agen rahasia Partai Komunis Tiongkok mirip Gestapo yang diciptakan dengan tujuan untuk menganiaya praktisi Falun Dafa di seluruh Tiongkok. Pada tahun 1999, partai komunis memulai penindasan terhadap Falun Dafa karena pemimpin partai komunis waktu itu, Jiang Zemin, iri hati dengan banyaknya orang yang berlatih Falun Dafa, jauh lebih banyak daripada anggota partai komunis. Selain menggencarkan penangkapan dan penyiksaan praktisi Falun Dafa, partai juga menyebarkan fitnahan lewat media dan pewakilan diplomatik agar masyarakat dunia berpandangan negatif terhadap Falun Dafa.

Di seluruh dunia, hanya di RRC saja Falun Dafa ditindas oleh komunis, di luar Tiongkok justru berkembang karena manfaatnya yang positif dan telah menyebar ke lebih dari 100 negara dan dilatih oleh ratusan juta orang di dunia.

Kisah Barbara Schafer

 

Barbara Schafer berfoto bersama lukisannya yang dipamerkan di Polish Art Exhibition di Melbourne, Australia, 2018 (Courtesy of Barbara Schafer)

Barbara Schafer adalah seniman dan konservator seni kelahiran Polandia yang kini tinggal di Australia. Selama lebih dari tiga dekade ia telah memulihkan dan memelihara bangunan bersejarah. Pada tahun 2003, saat ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari langit-langit Gereja Ortodoks Macedonia di Melbourne, Australia dengan ketinggian 7 meter.

“Hal terakhir yang saya dengar adalah suara retak akibat kepala saya menghantam beton,” kata Barbara Schafer kepada Dr. Margaret Trey dalam sebuah wawancara.

Karena Barbara Schafer bekerja sendirian, maka tidak ada orang yang segera menolongnya sehingga ia tergeletak di lantai gereja selama berjam-jam. Ketika ia terbangun dalam genangan darah, ia tertatih-tatih berjalan untuk mencari telepon di kantor gereja dan memanggil ambulans.

Tulang mencuat dari tangan Barbara Schafer. Tulang tengkorak mengalami beberapa retakan, hidung dan sinusnya hancur, lututnya dapat ditekuk dalam beberapa arah, dan rahang atasnya patah di tiga tempat. Operasi bedah tulang menyatukan kembali potongan tulangnya, tapi komplikasi dan nyeri yang luar biasa secara terus menerus ia rasakan bagaikan mimpi buruk. Dokter mengira kondisinya akan semakin memburuk. Barbara Schafer diberi daftar masalah medis sebanyak empat halaman yang harus ia hadapi untuk bertahan hidup di masa depan.

Barbara Schafer mengatakan ia pernah mendengar mengenai Falun Dafa beberapa tahun sebelumnya, tetapi tidak pernah berpikir banyak mengenainya. “Setelah kecelakaan, saya memutuskan untuk mencobanya,” katanya. “Ketika saya mulai berlatih Falun Dafa, semuanya berubah dengan sangat cepat.”

Tujuh minggu setelah dioperasi dan masih tertutup perban, Barbara Schafer mencoba latihan gerakan dan menemukan bahwa nyeri yang dideritanya telah lenyap. Dua hari kemudian ia mulai berusaha membaca “Zhuan Falun”, dengan penglihatannya yang buruk akibat kecelakaan tersebut. Pada hari ketiga membaca buku “Zhuan Falun”, ia merasakan aliran arus listrik yang kuat dari jari-jari tangannya hingga lengannya.

Ia mengatakan penglihatannya membaik, denging pada telinganya lenyap, berhenti menetesnya cairan tulang belakang di bagian belakang tenggorokan yang tidak dapat diperbaiki setelah menjalani dua kali operasi.

Barbara Schafer mengatakan ia juga pulih dari masalah kesehatan yang dideritanya sebelum kecelakaan, yaitu: gangguan pencernaan yang serius, migrain, alergi, kecemasan, dan depresi.

Menurut penelitian Dr. Margaret Trey, pengalaman Barbara Schafer yang mencolok adalah satu dari sekian banyak pengalaman praktisi Falun Dafa. Pengalaman lain meliputi praktisi yang sebelumnya menderita Sindrom Guillain-Barré, praktisi yang sebelumnya menderita mycokarditis akibat virus, keduanya pulih dari kondisi yang melemahkan setelah berlatih.

Menurut survei di Tiongkok, ribuan praktisi mengaku telah sembuh dari masalah kesehatannya karena mereka berlatih Falun Dafa.

Namun, Falun Dafa bukanlah jaminan untuk memperoleh kesehatan yang baik. Sejumlah responden kelompok Falun Dafa dari survey di Australia tidak melihat perbaikan kondisi kesehatannya atau malah kesehatannya tidak membaik sama sekali, dan seorang praktisi melaporkan bahwa ia masih menderita sakit kronis.

Dr. Margaret Trey menjelaskan bahwa praktisi seperti itu mungkin belum rutin membaca Zhuan Falun, (buku pembimbing Falun Dafa), belum berkultivasi watak dan belum rutin berlatih gerakan, karena data menunjukkan bahwa praktisi yang melakukan latihan gerakan setiap hari melaporkan status kesehatan yang lebih baik.

Awalnya banyak orang berlatih gerakan Falun Dafa untuk mendapatkan kesehatan yang lebih baik, namun untuk praktisi yang telah lama berkultivasi Falun Dafa biasanya melihat kesehatan yang baik sebagai efek samping yang menyenangkan daripada tujuan berlatih.

“Sekali orang mulai berlatih gerakan Falun Dafa dan mempelajarinya lebih dalam, maka ia akan menyadari bahwa kultivasi bukan sekedar untuk memperoleh kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik dalam hidup ini” kata Dr. Margaret Trey. Barbara melanjutkan: “Setelah Anda mempelajarinya maka Anda menjadi sadar akan alasan dan penyebab berbagai hal dan peristiwa yang terjadi dalam hidup Anda, Anda akan tercerahkan terhadap hal-hal tersebut. Hidup menjadi lebih berarti, dan Anda merasa bebas dan senang karena Anda merasa lebih bertanggungjawab atas hidup Anda.” Seperti yang tertulis dalam buku Zhuan Falun: “Benar-benar membawa orang menuju ke tingkat tinggi.”

Bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai latihan ini, rekan-rekan praktisi Falun Dafa Indonesia mengadakan webinar online untuk pengenalan Falun Dafa yang bisa diikuti dari rumah, secara bebas biaya.

Webinar diadakan pada setiap akhir pekan pada pukul 14.00-15.30, diisi dengan pengenalan Falun Dafa, video peragaan gerakan latihan dan penjelasan manfaatnya, serta testimoni praktisi yang telah berlatih. Pendaftaran untuk mendapatkan link webinar di YouTube Live melalui: bit.ly/webinarfalun atau melalui website belajarfalundafa.com .

 (CM)

(Wid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini