Bukan Virusnya Lemah, Ini Alasan Pasien Omicron Bergejala Ringan!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 13 Januari 2022 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 13 481 2531708 bukan-virusnya-lemah-ini-alasan-pasien-omicron-bergejala-ringan-AEU2j1erAM.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

KASUS konfirmasi Omicron di Indonesia terus meningkat tiap minggunya. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Senin 10 Januari 2022 terjadi penambahan 92 kasus konfirmasi baru. Alhasil total konfirmasi Omicron di Indonesia saat ini sebanyak 506 kasus.

Meski demikian, mayoritas pasien yang terinfeksi Omicron cenderung bergejala ringan dan tidak memerlukan bantuan oksigen. Hanya beberapa pasien saja yang mengalami gejala sedang dengan keluhan batuk dan membutuhkan oksigen untuk bernapas.

Batuk

Epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman mengatakan bahwa saat ini gejala Omicron terkesan jauh lebih ringan dibandingkan dengan varian Delta. Dicky pun mengungkapkan alasan mengapa kondisi tesebut bisa terjadi.

"Itu karena sekarang orang yang memiliki imunitas jauh lebih banyak dibanding ketika Delta datang. Tapi secara potensi kenapa varian ini menjadi Varian of Concern (VOC), pasti ada yang membuat ia berpotensi memperburuk pandemi," kata Dicky, saat dihubungi MNC Portal beberapa waktu lalu.

Baca Juga : WHO Sebut Varian Omicron Sudah Kuasai Hampir 60% Pasien Covid-19

Dicky menambahkan alasan Omicron masuk ke dalam kategori VOC karena efektifitasnya dalam menginfeksi, mengreinfeksi dan bersirkulasi di antara masyarakat. Bahkan Omicron ini dapat menginfeksi baik yang sudah divaksinasi maupun yang belum.

Baca Juga : Masker Kain Kurang Efektif Lindungi dari Varian Omicron?

Selain itu, Dicky berpesan bahwa hal cara merespon gelombang ketiga Covid-19 ini tidaklah bisa disamakan dengan kasus sebelumnya yang terjadi di awal 2021. Sebab, pada masa itu kondisi Covid-19 bisa diprediksi untuk langsung meningkat. Namun pada gelombang ketiga, mungkin ledakannya agak mundur dan akan sedikit lebih lambat.

"Karena Covid-19 akan masih bersirkulasi di tengah orang-orang yang punya Imunitas. Mereka yang sudah divaksin atau yang telah terinfeksi, bahkan sudah terinfeksi dan divaksinasi. Mereka masih bisa terinfeksi tapi tidak bergejala," tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini