Share

Ashanty Negatif Sebelum Terbang, Netizen Ini Ungkap Beda PCR di Indonesia dengan Turki

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 13 Januari 2022 00:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 13 612 2531359 ashanty-negatif-sebelum-terbang-netizen-ini-ungkap-beda-pcr-di-indonesia-dengan-turki-V1PJXqIk3p.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENYANYI cantik Ashanty memang sempat menghebohkan publik, setelah menyatakan dirinya terpapar Covid-19 usai pulang dari Turki. Pasalnya, Ashanty baru terdeteksi memiliki virus tersebut saat berada di Indonesia.

Padahal, menurut pengakuannya dia telah menjalani dua kali swab PCR dan semua hasilnya negatif saat di Turki. Namun saat sudah tiba di Indonesia dan kembali diswab, hasilnya ia dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. 

Lantas apakah ada perbedaan Swab PCR yang dilakukan di Turki dengan Indonesia? Seorang netizen pemilik akun TikTok, @101bis*** baru-baru ini pun menjelaskan perbedaan swab PCR di Indonesia dengan Turki.

Dalam video yang sudah mendapat lebih dari 202 ribu penayangan dan lebih dari 6.000 like dari para warganet tersebut, sang netizen menceritakan pengalamannya menjalani swab tes PCR di dua negara, Turki dan Indonesia. 

Tes PCR

“Ini pengalaman kita ya, sharing biar enggak berpikir negatif kalau di Indonesia ngadi-ngadi gitu. Indonesia bagus banget penangannya dibanding di negara itu,” tulis sang @101bis*** sebagai keterangan video. 

Sang netizen mengisahkan, saat berada di Turki, ia beserta rombongan menjalani swab PCR dengan cara satu kali colok di hidung untuk orang dewasa, dan satu kali colok di mulut untuk anak. Ketika di Turki, @101bis*** menyebutkan hasil tes PCR dirinya sekeluarga negatif Covid-19. 

Begitu sampai, mendarat di Indonesia dua hari kemudian. @101bis*** sekeluarga kembali menjalani swab PCR di bandara, dengan sesuai standar Indonesia, dua kali di lubang hidung, dan satu kali di mulut. Lalu hasilnya, beberapa orang dalam rombongan ternyata positif Covid-19. 

"Nah mungkin perbedaan cara tes itu yang bikin hasil jadi berbeda. Selain, waktu tes juga yang menentukan virusnya sudah aktif atau belum,” ujar @101bis*** dalam narasi videonya. 

Merespon video sang netizen, berbagai komentar dilontarkan para netizen. Ada yang berpendapat bahwa standar cara swab PCR yang tepat adalah di negara-negara Asia, ada pula yang menjelaskan jika sistem penentuan negatif atau positif Covid-19 di suatu negara berbeda dengan negara lainnya. 

“Penentuan positif/negatif tiap negara berbeda. Misal di negara A, CT Value 35 = positif. Sedangkan CT Value 35 di Indonesia, negatif. Di Indonesia baru dikatakan positif ketika CT Value saat PCR di bawah 35. Alasan berikutnya, gap 2 hari itu,” ujar akun @__adii**** 

“Di Eropa mah ngadi-ngadi tes PCR nya, jujur perlakuan test yang akurat malah di negara-negara Asia. Apalagi Asia Tenggara,” komentar @adheey****gto

“Kalau caranya doang, enggak sik. Tapi memang gap 2 hari itu, kan bisa saja baru terpapar. Who knows?,” tulis pemilik akun @stepp**** 

“Bukan cara tes sih menurutku. Bisa saja saat perjalanan pulang masih masa inkubasi, kita enggak tahu kan,” tambah @Ris***iana

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini