WHO Sebut Varian Omicron Sudah Kuasai Hampir 60% Pasien Covid-19

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 13 Januari 2022 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 13 612 2531631 who-sebut-varian-omicron-sudah-kuasai-hampir-60-pasien-covid-19-vAJxVv7ZXy.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

KEMUNCULAN varian Omicron, memang telah menyebabkan ledakkan kasus Covd-19 di berbagai negara. Kabar baiknya, gejala yang disebabkan oleh varian Omicron memang lebih ringan ketimbang varian Delta.

Dalam laporan Badan Kesehatan Dunia atau WHO, varian Omicron telah menurunkan prevalensi varian Delta, dan tingkat sirkulasi varian Alpha, Beta dan Gamma juga sangat rendah.

"Mengikuti identifikasi kasus Omicron terkait perjalanan, banyak negara sekarang melaporkan cluster serta komunitas transmisi VOC ini," jelas WHO dalam keterangan tertulisnya.

Dalam datanya, WHO menyebut dari 357.206 kasus yang diunggah ke GISAID dalam 30 hari terakhir, sebanyak 208.870 kasus atau 58,5% adalah Varian Omicron, 147.887 kasus atau 41,4% adalah Delta, 12 kasus atau kurang dari 0,1% adalah Alpha, 2 kasus atau kurang dari 0,1% adalah Gamma, 1 kasus atau kurang 0,1% adalah Beta dan 6 kasus atau kurang 0,1% terdiri dari varian sirkulasi lainnya termasuk VOI Mu dan Lambda.

Sebagai catatan, distribusi VOC global harus ditafsirkan dengan mempertimbangkan pengawasan keterbatasan, termasuk perbedaan dalam kapasitas pengurutan dan strategi pengambilan sampel antar negara, serta keterlambatan pelaporan.

WHO sendiri sudah bekerja sama dengan otoritas nasional, lembaga dan peneliti secara rutin menilai apakah varian SARSCoV-2 mengubah transmisi atau karakteristik penyakit, atau berdampak pada efektivitas vaksin, terapi, diagnostik atau kesehatan masyarakat dan tindakan sosial (PHSM) untuk mengendalikan persebaran penyakit.

Karenanya, Variant of Concern (VOC), Variant of Interest (VOI) atau Variant Under Monitoring (VUM) akan secara teratur diperbaharui berdasarkan risiko yang ditimbulkan. Saat bukti tersedia, klasifikasi varian akan diubah untuk mencerminkan evolusi berkelanjutan dari varian dan perubahan epidemiologinya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini