Ini Berbagai Risiko Kekurangan Vitamin D

Antara, Jurnalis · Jum'at 14 Januari 2022 13:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 481 2532157 ini-berbagai-risiko-kekurangan-vitamin-d-rxNsZKo07u.jpg Vitamin D (Foto: Yorkshire evening post)

DOKTER  dari Universitas Indonesia, dr Adam Prabata mengatakan, kekurangan vitamin D akan meningkatkan risiko penyakit atau kondisi kesehatan tertentu seperti gangguan autoimun, diabetes, penyakit kardiovaskular dan kanker, serta komplikasi terkait kehamilan.

Ia menjelaskan, anak-anak yang mengonsumsi ASI dengan vitamin D yang tidak memadai juga berrisiko menderita rakhitis.

 vitamin D

"Oleh sebab itu, langkah-langkah khusus untuk menghindari terjadinya defisiensi vitamin D ini sangat dibutuhkan, agar mampu meningkatkan daya tahan tubuh, sekaligus menjaga tubuh dari penyakit," ujar dr. Adam.

dr. Adam menyebutkan, terdapat tiga hal yang bisa dilakukan guna mencegah terjadinya kekurangan vitamin D. Pertama adalah melakukan pengecekan kadar vitamin D secara berkala.

Pemeriksaan rutin tiap enam bulan sekali bisa dilakukan untuk mengetahui jumlah vitamin D dalam tubuh, di mana normalnya adalah 25-80 ng/mL.

"Perbanyak juga kegiatan di luar ruangan dan mengonsumsi makanan dengan kandungan vitamin D seperti ikan-ikanan salmon, tuna, hati sapi serta jamur," kata dr. Adam.

Memperbanyak kegiatan di luar ruangan seperti berolahraga, dapat membantu tubuh mendapatkan paparan sinar UV-B dari matahari, di mana diharapkan kulit yang diinduksi oleh sinar ini dapat memproduksi vitamin D.

 Baca juga: 10 Makanan yang Mengandung Vitamin D, Penting untuk Penyerapan Kalsium!

Hal ketiga yang dapat dilakukan adalah mengkonsumsi suplemen untuk memastikan makanan yang dikonsumsi dapat memenuhi 20 persen kebutuhan vitamin D dalam tubuh.

Menurut dr. Adam, berjemur saja tidak cukup untuk memenuhi 80 persen sisa kadar vitamin D yang dibutuhkan sehari-hari secara optimal.

dr. Adam juga mengatakan, vitamin D3 lebih disukai sebagai suplemen dibandingkan D2, karena lebih lama bertahan di darah, serta mampu meningkatkan kadar vitamin D dan menjadikannya bentuk aktif untuk berbagai aksi penting bagi sel-sel tubuh.

Sementara itu, dengan sifat anti-inflamasi dan imunoregulasinya yang dimiliki, vitamin D berguna untuk aktivasi pertahanan sistem kekebalan tubuh, sehingga berperan penting dalam pencegahan terhadap infeksi, penyakit, dan gangguan terkait kekebalan tubuh.

"Bahkan terdapat pula sebuah studi yang menyebutkan secara spesifik bahwa pasien dengan kadar serum D3 yang optimal kurang lebih 50 ng/mL, berasosiasi dengan kemungkinan yang sangat kecil untuk mengalami konsekuensi fatal akibat Covid-19," kata dr. Adam.

"Penggabungan vaksinasi dengan penguatan sistem kekebalan tubuh melalui konsumsi suplemen vitamin D3 secara konsisten berpotensi membantu mencegah risiko-risiko berat virus corona, terutama dengan masuknya varian Omicron sejak pertengahan Desember 2021," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini