Share

Begini Cara Mengecek Tiket untuk Dapat Vaksin Booster di Aplikasi Peduli Lindungi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Okezone · Jum'at 14 Januari 2022 15:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 612 2532289 begini-cara-mengecek-tiket-untuk-dapat-vaksin-booster-di-aplikasi-peduli-lindungi-qdK57ifLoT.jpg Peduli Lindungi. (Foto: Okezone)

PEMBERIAN vaksin booster memang sudah dilakukan sejak 12 Desember silam. Vaksinasi booster sendiri, diberikan secara gratis bagi masyarakat umum berusia di atas 18 tahun.

Adapun prioritas sasaran yakni lansia dan penderita imunokompromais, dan telah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap minimal 6 bulan. Pelaksanaan vaksinasi pun dilakukan secara bertahap.

Pada awal Januari, vaksinasi booster akan menyasar sekitar 21 juta orang. Pemberian vaksinasi booster bertujuan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan dari Covid-19

Anda pun bisa mengecek tiket vaksin booster Anda lewat aplikasi Peduli Lindungi, berikut caranya:

1. Buka aplikasi Peduli Lindungi, pastikan aplikasi tersebut sudah mendapatkan pembaharuan mutakhir.

2. Masuk ke dalam akun, dengan menekan nama Anda di kiri atas.

3. Masuk ke dalam Vaccination history and tiket atau Riwayat dan Tiket Vaksin, lalu tekan nama Anda.

4. Scroll ke bawah, maka akan ada tiket untuk vaksin ketiga dengan QR Code.

Vaksin Booster

Sekadar informasi, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Siti Nadia Tarmizi, mengatakan bahwa saat ini pemerintah lebih memprioritaskan lansia dan masyarakat dengan riwayat penyakit penyerta (komorbid) untuk pertama kali mendapatkan vaksin booster.

"Jadi saat ini yang didahulukan adalah lansia dan masyarakat rentan (ibu hamil, penyakit komorbid dan orang dengan kelainan imunitas). Jadi masyarakat lain baru akan mulai (divaksin) awal Februari," kata Siti Nadia.

Siti Nadia menambahkan bahwa terkait dengan dosis dan mekanisme dalam pemberian vaksin booster Covid-19 bagi masyarakat dewasa berusia 18 tahun ke atas, masih tetap sama dan tidak ada perbedaan seperti vaksin pada lansia dan penderita komorbid saat ini. "Masih tetap sama," tutup Siti Nadia.

Berdasarkan rekomendasi ITAGI dan persetujuan BPOM serta mempertimbangkan ketersediaan vaksin, kombinasi awal dari pemberian vaksinasi booster :

Vaksin primer menggunakan Sinovac maka vaksin booster menggunakan AstraZeneca (half dose) atau Pfizer (half dose).

Vaksin primer menggunakan AstraZeneca maka vaksin booster pakai Moderna (half dose).

Kombinasi vaksin booster juga sudah sesuai dengan rekomendasi WHO di mana pemberian vaksin booster dapat menggunakan vaksin yang sejenis atau homolog atau juga bisa vaksin yang berbeda atau heterolog.

Heterolog diartikan sebagai vaksinasi booster yang menggunakan jenis vaksin berbeda dengan dosis pertama dan dosis kedua. Sementara Homolog merupakan vaksinasi booster dengan menggunakan jenis vaksin yang sama seperti vaksinasi dosis pertama dan kedua.

Meski demikian, meskipun telah divaksinasi, masyarakat diminta untuk tetap disiplin menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan 5M sebagai kunci untuk memberikan perlindungan yang optimal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini