Share

PAPDI Sebut Vaksin CoronaVac Miliki Efikasi hingga 90%

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 16 Januari 2022 21:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 16 481 2533008 papdi-sebut-vaksin-coronavac-miliki-efikasi-hingga-90-IVFlr4tBLA.jpg Ilustrasi (Foto : Livescience)

VAKSINASI adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan selama masa pandemi Covid-19. Vaksinasi dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit yang diderita seseorang apabila terinfeksi Covid-19.

Salah satu vaksin yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah Sinovac. Seperti diketahui, Sinovac adalah vaksin Covid-19 asal China. Namun, Indonesia melalui PT Bio Farma memiliki izin memproduksi vaksin Sinovac dalam negeri yang diberi nama CoronaVac.

Vaksin CoronaVac

CoronaVac menjadi vaksin Covid-19 pertama yang disuntikkan dan paling banyak diberikan kepada masyarakat Indonesia sejak Januari 2021. Menariknya, vaksin yang terbuat dari virus Covid-19 yang sudah dimatikan ini efektif dalam membentuk antibodi pada manusia.

Baca Juga : Kemenkes Umumkan Studi Terbaru Efektivitas Vaksin Sinovac, Ini Hasilnya

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI), dr. Ceva Wicaksono Pitoyo, SpPD, K-P, FINASIM, KIC, mengatakan vaksin CoronaVac menunjukkan efikasi yang bisa bisa mencapai 90 persen untuk melindungi tubuh dari infeksi Covid-19.

"Namun, efikasi bisa turun pada beberapa kasus termasuk pada Varian of Concern (VOC), dan bisa meningkat kembali ketika melakukan boostering," terang dr. Ceva, dalam 'Indonesian Congress Symposium on Combating Covid-19 Pandemic Without Boundaries', Minggu (16/1/2022).

Baca Juga : Studi Terbaru: Efikasi Vaksin CoronaVac 67%, Cegah Kematian hingga 80%

Ia menambahkan efikasi vaksin CoronaVac tersebut dapat diketahui apabila antibodi neutralizingnya diukur. Terkait dengan masalah respon vaksin CoronaVac pada tubuh atau klinis, dr. Ceva mengatakan kondisi tersebut akan sangat bergantung pada banyak hal.

"Respon tubuh tergantung pada komorbiditas (riwayat penyakit penyerta), usia pasien, dan gejala penyakit itu akan ditentukan juga bukan hanya kepada respon imun tapi juga pada jumlah virus (Viral load)," tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini