Share

Sering Ngompol, Model Cantik Ini Operasi Peremajaan Miss V

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Minggu 16 Januari 2022 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 16 611 2532868 sering-ngompol-model-cantik-ini-operasi-peremajaan-miss-v-OEElktdiWZ.jpg Model cantik operasi peremajaan vagina karena sering ngompol (Foto: Thesun)

SEORANG model cantik mengalami masalah mengompol setelah melahirkan dua anak tengah menjadi sorotan. Pasalnya, model asal Inggris tersebut telah menjalani operasi vaginoplasty demi mengatasi penyakit memalukan itu.

Melansir dari situs The Sun, Minggu (16/1/2022), model tersebut bernama Nicola McLean. Kondisi yang dialami Nicola ini dilaporkan telah dialami satu dari tiga wanita di Inggris.

Model Cantik

Alhasil, Nicola pun tak bisa berolahraga jogging ataupun berlarian dengan anak-anaknya lantaran khawatir mendadak ngompol saat beraktivitas. Ini tentu sangat mengganggu Nicola setiap hari.

"Khawatir aku akan mengompol ketika aku hanya ingin bersin, aku terlalu muda untuk hidup seperti ini," kata Nicola.

Baca Juga : Kenapa Orang Dewasa Bisa Sering Mengompol?

Model Cantik

Baca Juga : Alat Ini Bisa Membuat Otot Vagina Jadi Lebih Rapat dan Kembali Kencang

Akhirnya, untuk mengatasi masalah tersebut, Nicola memutuskan melakukan operasi plastik di bagian organ intimnya. Ibu dua anak ini melakukan vaginoplasty seharga 4.000 poundsterling atau Rp 78,6 juta sebagai solusi untuk masalah mengompolnya.

"Aku sudah ingin melakukannya selama bertahun-tahun. Masalah ini bertambah buruk setelah aku bertambah usia, jadi aku berpikir, 'Aku harus melakukan sesuatu soal ini sekarang,'" ujar model 40 tahun itu.

Operasi vaginoplasty atau peremajaan vagina sendiri memang tengah populer di seluruh dunia. Prosedur ini melibatkan pengencangan otot-otot vagina untuk mengubah panjang atau lebar saluran vagina dan sering dilakukan untuk meningkatkan kenikmatan seksual atau mencegah inkontinensia.

Model Cantik

Spesialis kesehatan intim Dr Shirin Lakhani mengakui bahwa operasi vaginoplasty memang tengah berkembang pesat. Meski demikian, Dr Lakhani menyebut ada risiko yang besar terkait anestesi, perdarahan, infeksi, dan jaringan parut oleh pasiennya.

Sementara itu, menurut studi Amerika Serikat tahun 2020, 52 persen wanita yang melakukan operasi vagina karena mereka tidak menyukai penampilan vagina mereka. Sementara 38 persen menyebutkan ketidaknyamanan seksual dan 37 persen ingin meningkatkan kepercayaan diri mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini