Share

6 Pilihan Terapi Osteoporosis untuk Mencegah Tulang Makin Keropos

Karina Asta Widara , Jurnalis · Senin 17 Januari 2022 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 12 2533520 6-pilihan-terapi-osteoporosis-untuk-mencegah-tulang-makin-keropos-x60L9TZCya.jpg Foto: Dok Combhipar

Jakarta- Sebelum menentukan jenis terapi osteoporosis yang sesuai, dokter biasanya akan melakukan tes kepadatan tulang (bone densitrometri test) untuk memastikan atau memprediksi respons tubuh pasien. Hasil tes akan membantu dokter menentukan jenis terapi osteoporosis yang tepat dalam meringankan gejala osteoporosis maupun mencegah patah tulang yang mungkin terjadi. Jadi, apa saja kira-kira terapi untuk mengatasi gangguan sistem gerak yang dapat menjadi pilihan?

Pilihan terapi untuk mengatasi osteoporosis

 

Perlu diketahui sebelumnya bahwa penggunaan obat-obatan dan multivitamin osteoporosis pada dasarnya hanya dapat membantu meringankan gejala, memperlambat proses pengeroposan tulang, memperkuat tulang, dan mencegah terjadinya patah tulang. Beberapa obat-obatan dan vitamin tersebut antara lain:

1. Bifosfonat

Salah satu obat yang termasuk ke dalam kelas obat bifosfonat adalah alendronat. Obat ini bekerja dalam memperlambat laju pengeroposan tulang, sehingga mencegah patah tulang.

2. Denosumab

Denosumab adalah salah satu jenis obat osteoporosis yang biasanya diberikan pada pasien yang tidak bisa menggunakan bifosfonat sebagai pengobatan yang efektif. Obat ini diberikan dalam bentuk injeksi. Jika dibandingkan dengan bifosfonat, obat osteoporosis ini dapat lebih efektif dalam meningkatkan kepadatan tulang dan mengurangi risiko patah tulang.

3. Raloxifene

Obat ini termasuk ke dalam golongan obat selective oestrogen receptor modulators (SERMs). Menurut National Health Security, SERMs memberikan efek pada tulang yang sama dengan hormon estrogen. Obat osteoporosis ini membantu menjaga kepadatan tulang dan mengurangi risiko patah tulang, khususnya pada tulang belakang.

4. Teriparatide

Teriparatide (Forteo) biasa diperuntukkan untuk mengatasi osteoporosis yang tingkatannya sudah parah dan sudah tidak bisa lagi diatasi dengan obat lainnya. Obat osteoporosis ini menstimulasi sel-sel tubuh dalam proses pembentukan tulang sehingga tulang semakin kuat.

5. Terapi pengganti hormon

Salah satu faktor penyebab terjadinya osteoporosis adalah ketidakseimbangan hormon pada tubuh. Oleh sebab itu, pengobatan dari penyakit tulang keropos ini dapat diatasi dengan terapi hormon.

6. Suplemen vitamin D dan kalsium

Hampir setiap obat yang diresepkan dokter untuk melindungi tulang Anda akan dibarengi juga dengan pemberian suplemen kalsium dan vitamin D. Kombinasi antara obat resep dan suplemen kedua vitamin ini dibutuhkan untuk memaksimalkan efek pengobatan osteoporosis.

Orang dewasa muda memerlukan asupan sekitar 1.000 miligram kalsium per hari untuk menjaga tulang tetap sehat dan kuat. Apabila Anda saat ini berusia 51 ke atas dan memiliki osteoporosis, Anda perlu mengonsumsi suplemen kalsium berdosis 1.200 miligram per hari.

Sementara untuk asupan vitamin D harian orang dewasa muda AKGnya adalah 600IU per hari dan untuk lansia diatas 65 tahun adalah 800IU. Namun untuk terapi osteoporosis dosis vitamin D yang dapat diberikan adalah 800-1000IU untuk usia diatas 50 tahun.

Mengenal Osteopor suplemen kalsium untuk membantu memelihara kesehatan tulang

Osteopor adalah suplemen kalsium yang diproduksi oleh PT Combiphar, perusahaan farmasi Indonesia terpercaya, yang sudah dipasarkan sejak 6 tahun lalu.

 

Osteopor mengandung Calcium, Vitamin D3, Soy Isoflavon, Zinc dan Magnesium yang bermanfaat untuk membantu memelihara kesehatan tulang dan mempertahankan massa tulang disertai aktivitas fisik yang tinggi serta konsumsi makanan gizi seimbang.

Dapatkan Osteopor di Combiphar Official Store, dengan mengklik link berikut ini ya.

(CM)

(Wid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini