Share

GorenganTingkatkan Risiko Kematian Dini, Yuk Pelajari Cara Masak Versi Sehat

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Okezone · Senin 17 Januari 2022 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 298 2533481 gorengantingkatkan-risiko-kematian-dini-yuk-pelajari-cara-masak-versi-sehat-EBmQvI6OkW.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

GORENGAN memang menjadi teman setia yang menemani di kala kita bekerja, minum kopi atau bahkan nonton. Memang, gorengan sangat praktis dan enak untuk dinikmati.

Tapi di balik rasanya yang menyenangkan, gorengan tentu memiliki bahaya yang mengintai. Pasalnya, gorengan yang kaya akan minyak, apalagi minyak yang sudah dipakai berulang-ulang, sangat berisiko meningkatkan kolesterol.

Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa makanan yang digoreng dengan obesitas, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi, yang selanjutnya dapat menyebabkan kondisi kesehatan serius seperti kolesterol dan diabetes.

Satu studi pada 2017 mengungkapkan bahwa makan kentang goreng dapat meningkatkan risiko kematian. Ditemukan bahwa orang yang makan kentang goreng lebih dari dua kali seminggu memiliki risiko medis yang lebih tinggi yang dapat meningkatkan potensi kematian dini.

Penyebab utamanya adalah minyak yang tidak sehat yang digunakan untuk menggoreng kentang serta tingginya jumlah garam yang ditambahkan ke dalamnya. Merangkum dari Health Site, Proses menggoreng dapat mengubah kualitas dan meningkatkan kandungan kalori dalam makanan.

Gorengan

Sebagian besar restoran cepat saji menggunakan minyak terhidrogenasi, yang tinggi lemak trans, untuk menggoreng makanan untuk meningkatkan rasanya. Tapi minyak ini tidak baik untuk kesehatan manusia. Lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL), menurunkan kadar kolesterol baik (HDL), dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Selain itu, restoran sering menggunakan kembali minyak bekas pakai yang membuatnya semakin buruk. Penggorengan berulang mengubah komposisi dan menyebabkan lebih banyak minyak yang diserap ke dalam makanan. Kondisi ini semakin meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi.

Meski demikian, masih ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan jika ingin menikmati makanan yang digoreng dengan lebih sehat. Cara pertama adalah, membuat sendiri makanan yang digoreng di rumah menggunakan minyak yang lebih sehat. Tetapi disarankan untuk membatasi asupan makanan yang digoreng karena makanan yang dimasak dengan panas sangat tinggi mengandung bahan kimia yang disebut akrilamida.

Bahan kimia ini telah ditunjukkan dalam penelitian pada hewan dan dapat menyebabkan kanker. Saat membuat makanan yang digoreng, pastikan untuk menggunakan minyak yang sebagian besar terdiri dari lemak jenuh dan tak jenuh tunggal. Minyak jenis itu lebih stabil pada panas tinggi. Minyak kelapa adalah salah satu minyak paling sehat untuk menggoreng.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Menurut para ahli, kualitas minyak kelapa tetap kurang terpengaruh bahkan setelah 8 jam penggorengan terus menerus pada suhu 180 Celcius. Selain itu, lebih dari 90 persen asam lemak dalam minyak kelapa jenuh membuatnya tahan terhadap panas. Minyak kelapa juga dapat membantu menghilangkan lemak perut.

Lemak hewani, seperti lard, tallow, ghee, dan tetesan lemak, adalah pilihan yang baik untuk menggoreng karena mengandung asam lemak jenuh dan tak jenuh tunggal yang tinggi. Minyak sehat lainnya untuk menggoreng termasuk minyak zaitun, alpukat, kacang tanah.

Sebaliknya, seseorang harus menghindari minyak yang tidak boleh digunakan untuk menggoreng. Hindari minyak nabati yang tinggi asam lemak tak jenuh ganda untuk menggoreng, seperti minyak kedelai, minyak jagung, minyak canola, minyak biji kapas, minyak safflower, minyak dedak padi, minyak biji anggur, minyak bunga matahari dan minyak wijen.

Minyak ini dapat menghasilkan sejumlah besar asam lemak teroksidasi dan senyawa berbahaya bila terkena panas tinggi. Selain itu ada pula beberapa hal yang perlu diingat saat membuat gorengan di rumah, diantaranya adalah:

1. Jangan pernah menggunakan kembali minyak untuk menggoreng makanan.

2. Setelah mengeluarkan makanan dari penggorengan, gunakan tisu untuk merendam sisa minyak dari makanan.

3. Jangan biarkan makanan Anda menjadi terlalu cokelat karena semakin gelap makanannya, semakin banyak kandungan akrilamidanya.

4. Tidak perlu pentang mengonsumsi makanan yang digoreng, tetapi ingat untuk jangan berlebihan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini