Share

BPOM Tambah 2 Regimen Booster Heterolog pada Vaksin Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 17 Januari 2022 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 481 2533275 bpom-tambah-2-regimen-booster-heterolog-pada-vaksin-covid-19-YSuJ53VAn4.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: Freepik)

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah meresmikan enam jenis booster homolog atau heterolog pada Vaksin Covid-19. Adapun keenam vaksin tersebut meliputi.

 Vaksin Booster

1. Vaksin Sinovac dosis penuh sebagai booster homolog.

2. Vaksin Pfizer full dose sebagai booster homolog.

3. Vaksin AstraZeneca full dose sebagai booster homolog.

4. Vaksin Moderna sebagai booster homolog dosis setengah/half dose.

5. Vaksin Moderna heterolog dengan half dose sebagai booster heterolog dosis setengah/half dose untuk vaksin AstraZeneca, Pfizer, atau Janssen.

6. Vaksin Zifivax full dose sebagai booster heterolog untuk vaksin primer Sinovac dan Sinopharm.

Kepala Badan POM Penny K Lukito secara bertahap melakukan proses evaluasi penggunaan booster vaksin sesuai dengan pengajuan dan ketersediaan data uji klinik yang mendukung pengajuan booster tersebut.

“Badan POM kembali mengeluarkan persetujuan penggunaan untuk dua regimen booster heterolog pada vaksin Covid-19," ucap Penny dalam siaran pers resmi di laman BPOM, Senin (16/1/2022).

Adapun dua regimen booster tersebut adalah vaksin Pfizer dosis setengah untuk vaksin primer Sinovac atau AstraZeneca serta vaksin AstraZeneca dosis setengah untuk vaksin primer Sinovac atau dosis penuh untuk vaksin primer Pfizer.

Dalam penelitian tersebut, pada vaksin Pfizer sebagai booster heterolog (dosis setengah) untuk vaksin primer Sinovac atau AstraZeneca menunjukan hasil imunogenisitas. Peningkatan antibodi yang tinggi pada 6-9 bulan (31-38 kali) setelah pemberian dosis primer lengkap.

Di sisi lain, peningkatan antibodi setelah 6 bulan vaksinasi primer lengkap vaksin Sinovac menghasilkan peningkatan antibodi IgG terhadap S-RBD yang tinggi (105,7 kali) dibandingkan sebelum diberikan dosis booster.

“Secara umum pemberian dosis booster vaksin Pfizer dengan vaksin primer Sinovac dapat ditoleransi baik reaksi lokal maupun sistemik," lanjut Penny.

Untuk vaksin Pfizer sebagai booster dengan vaksin primer AstraZeneca, hasil imunogenisitas menunjukkan hal yang sama. Pada pemberian booster vaksin Pfizer dosis setengah setelah 6 bulan vaksinasi primer lengkap dengan vaksin Astra Zeneca menghasilkan peningkatan antibodi IgG terhadap S-RBD yang tinggi (21,8 kali) dibandingkan sebelum diberikan dosis booster.

Sementara, vaksin AstraZeneca sebagai booster heterolog dosis setengah/half dose dengan vaksin primer Sinovac menunjukan hasil imunogenisitas berupa peningkatan antibodi IgG terhadap S-RBD yang tinggi (35 – 38 kali), baik pada interval booster 3-6 bulan (34-35 kali) maupun 6-9 bulan (35 – 41 kali).

 Baca juga: Ini Penyebab Infeksi Varian Omicron Timbulkan Sakit Kepala

Kenaikan IgG pada dosis setengah/half dose tidak berbeda jauh dengan full dose. Untuk booster dengan Vaksin Primer Pfizer (dosis penuh/full dose), hasil imunogenisitas menunjukkan peningkatan antibodi IgG yang baik (dari 3350 menjadi 13.242).

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini