Share

Penggunaan Vaksin Booster di Lapangan Menyesuaikan Pertimbangan Stok

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 17 Januari 2022 11:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 481 2533281 penggunaan-vaksin-booster-di-lapangan-menyesuaikan-pertimbangan-stok-LJr9SnEPGh.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: SHRM)

KEPALA Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K Lukito memberikan penjelasan mengenai vaksin yang digunakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk program vaksinasi booster Covid-19. Ia menjelaskan bahwa semua vaksin yang digunakan berdasarkan hasil uji klinis.

Menurutnya, penetapan vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi booster Covid-19 merujuk pada vaksin-vaksin yang telah disetujui oleh Badan POM untuk penggunaan sebagai booster.

Sebagaimana diketahui, pada 10 Januari 2022 setidaknya ada lima jenis vaksin yang ditunjuk, diantaranya: Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Moderna, dan Zifivax.

 Vaksin Booster

"Penggunaan jenis vaksin di lapangan, dapat menyesuaikan berdasarkan pertimbangan ketersediaan, sepanjang masuk dalam persetujuan penggunaan yang telah diterbitkan oleh Badan POM," ujar Penny dalam siaran pers dari laman resmi BPOM, Senin (17/1/2022).

Persetujuan Badan POM untuk penambahan posologi (kajian tentang dosis obat) dosis booster dilakukan sesuai hasil uji klinis yang dapat diterima. Hal ini juga didukung oleh para tim ahli Komite Nasional Penilai Vaksin Covid-19 dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) serta asosiasi klinisi terkait.

“Badan POM mengapresiasi Tim Ahli Komite Nasional Penilai Vaksin Covid-19 yang di dalamnya banyak ahli di bidang farmakologi, metodologi penelitian dan statistik, epidemiologi, kebijakan publik, imunologi, kemudian ITAGI serta asosiasi klinisi," tambah Penny.

Menurut Penny, lembaga-lembaga tersebut telah berkontribusi dan memberi dukungannya untuk bersama menyukseskan vaksinasi Covid-19 sehingga Indonesia dapat segera keluar dari pandemi. Selain itu, Badan POM juga mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

Tak lupa masyarakat juga diminta ikut berpastisipasi dalam menyukseskan vaksinasi sebagai upaya kunci dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Terkait dengan obat, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan yang digunakan dalam penanganan Covid-19.

 Baca juga: Pfizer Bakal Produksi 100 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Khusus Omicron

"Hati-hati dan tidak mudah terpengaruh dengan promosi produk obat, obat tradisional maupun suplemen kesehatan dengan klaim dapat mencegah atau mengobati Covid-19," tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini