Share

Vaksin mRNA Disebut Picu Kematian pada Lansia, Ini Faktanya!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 17 Januari 2022 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 481 2533325 vaksin-mrna-disebut-picu-kematian-pada-lansia-ini-faktanya-uCzGzrdkVP.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

BELUM lama ini beredar video di media sosial yang berisi informasi tentang dampak vaksin Covid-19 berbasis mRNA. Informasi tersebut menyebutkan bahwa vaksin mRNA untuk Covid-19 dapat menyebabkan seorang lanjut usia (Lansia) di atas 70 tahun meninggal dunia.

Disebutkan bahwa vaksin mRNA tersebut memiliki efek mematikan setelah 2 sampai 3 tahun pasca vaksinasi. Tentunya informasi ini membuat masyarakat menjadi takut dan khawatir. Di tengah dimulainya vaksinasi booster Covid-19 dengan prioritas lansia dan kelompok rentan atau immunocompromised.

Cek Fakta

Merangkum dari laman Instagram resmi Komite Percepatan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), @lawancovid19_id, Senin (17/1/2022) memastikan bahwa informasi yang beredar tersebut salah atau hanyalah hoax semata.

Faktanya, sampai saat ini belum ada kasus atau hasil penelitian yang dapat menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 secara teknologi mRNA dapat menyebabkan kematian secara langsung kepada penerima vaksin. Kematian pasca vaksinasi dapat terjadi karena beberapa hal seperti tingkat usia, hormon, dan penyakit bawaan.

Cek Fakta

Baca Juga : BPOM Tambah 2 Regimen Booster Heterolog pada Vaksin Covid-19

The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat merilis data dengan mempertimbangkan akta kematian, otopsi, dan catatan medis bahwa tidak ada bukti vaksin berkontribusi pada kematian.

Baca Juga : Mulai Vaksinasi Booster, Kemenkes Pastikan Jumlah Stok Vaksin Covid-19 Aman

Oleh sebab itu masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya. Cek kembali informasi yang diterima melalui media sosial atau broadcast pesan untuk memastikan kebenarannya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini