Share

Bolehkah Pilih-Pilih Vaksin Booster? Ini Kata Dokter Reisa

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 17 Januari 2022 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 481 2533522 bolehkah-pilih-pilih-vaksin-booster-ini-kata-dokter-reisa-BRK5P62kpq.jpg Vaksin booster (Foto:ECDC)

SEJAK 12 Januari lalu, Indonesia sudah memulai program vaksinasi dosis ketiga sebagai vaksinasi lanjutan atau program vaksin booster.

Badan POM RI telah menerbitkan izin penggunaan vaksin darurat kepada lima jenis vaksin yang telah memenuhi syarat dan mendapatkan EUA untuk digunakan sebagai vaksin booster, di antaranya vaksin CoronaVac, Pfizer, AstraZeneca, Moderna dan Zifivax yang dibagi dalam dua kategori yakni homolog (sejenis) dan heterolog (berbeda jenis).

Dokter Reisa

Berdasarkan rekomendasi ITAGI dan persetujuan BPOM serta mempertimbangkan ketersediaan vaksin, kombinasi awal dari pemberian vaksinasi booster seperti yang diumumkan oleh Kementerian Kesehatan RI, ialah vaksin primer menggunakan Sinovac maka vaksin boosternya menggunakan AstraZeneca atau Pfizer setengah dosis.

Sementara orang-orang yang vaksinasi primernya menerima AstraZeneca maka vaksin booster memakai setengah dosis Moderna.

Terlepas dari rekomendasi di atas, apakah boleh kita memilih jenis vaksin booster atas dasar kemauan sendiri?

Juru Bicara Pemerintah, dr. Reisa Broto Asmoro menyebutkan masyarakat tidak bisa memilih jenis vaksin booster semaunya.

“Sebenarnya sudah ada panduannya, kita enggak bisa milih suka-suka sendiri maunya apa. Sudah ada aturannya dari badan otoritas atau pun para ahli yang sudah melakukan penelitian terkait jenis dan dosisnya dari vaksin ini,” ujar dr. Reisa, dikutip dari siaran Instagram Live Kemenkes RI, Senin (17/1/2022).

Dokter Reisa menambahkan, masyarakat memang harus menyesuaikan mengingat ketersediaan stok vaksin yang ada di fasilitas kesehatan atau sentra vaksinasi Covid-19 bisa berubah-ubah.

“Memang tergantung ketersediaan, berdasarkan stok kita juga harus menyesuaikan. Kemenkes sudah atur per Januari 2022 ini, primernya Sinovac bisa dikasih AstraZeneca atau Pfizer setengah dosis. Primernya AstraZeneca, boosternya Moderna atau Pfizer setengah dosis,”imbuhnya.

Ia menegaskan, masyarakat tak perlu terlalu picky alias memilih-memilih jenis vaksin lalu sampai menunggu terlalu lama hanya untuk mendapatkan booster. Padahal, misalnya saat ini sudah memenuhi syarat untuk divaksin booster.

Baca juga: Vaksin Booster dari Sinovac Masih Ampuh untuk Lawan Varian Omicron

“Atau nanti berubah lagi, tersedia yang banyak di masyarakat ya enggak apa-apa yang penting ikuti panduan yang sudah disetujui BPOM. Sekarang apa yang tersedia saja, sama saja yang penting dapat perlindungan,” pungkas dr. Reisa

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini