Share

Kenali 3 Teknologi Vaksin Covid-19, mRNA hingga Vektor

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 17 Januari 2022 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 612 2533435 kenali-3-teknologi-vaksin-covid-19-mrna-hingga-vektor-V1Nw5pvov6.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

PEMERINTAH mulai memberikan vaksin booster bagi masyarakat berusia 18 tahun ke atas, dengan prioritas vaksin diberikan pada lansia. Ada 5 vaksin yang digunakan sebagai booster, yakni CoronaVac atau Vaksin Covid-19 Bio Farma, Comirnaty dari Pfizer, Vaxzevria dan Kconecavac dari AstraZeneca, Moderna dan Zifivax.

Vaksin booster Covid-19 tersebut diharapkan dapat mencegah Anda terkena Covid-19 atau menjadi sakit parah bahkan meninggal setelah terpapar Covid-19. Tetapi bagaimana cara kerja berbagai jenis vaksin Covid-19?

Setiap vaksin Covid-19 menyebabkan sistem kekebalan tubuh membuat antibodi untuk melawan Covid-19. Vaksin Covid-19 menggunakan versi struktur mirip spike yang tidak berbahaya pada permukaan virus Covid-19 yang disebut protein S.

Ada 3 jenis utama vaksin Covid-19 yang saat ini tersedia di AS atau sedang dipelajari, seperti dilansir dari Mayo Clinic, yakni:

Vaksin Messenger RNA (mRNA)

Jenis vaksin ini menggunakan mRNA yang direkayasa secara genetik untuk memberikan instruksi kepada sel Anda tentang cara membuat protein S yang ditemukan di permukaan virus Covid-19. Setelah vaksinasi, sel otot Anda mulai membuat potongan protein S dan menampilkannya di permukaan sel. Ini membuat tubuh Anda membuat antibodi. Jadi, jika Anda terinfeksi virus Covid-19, antibodi ini akan melawan virus tersebut.

Setelah memberikan instruksi, mRNA segera dipecah. Itu tidak pernah memasuki inti sel Anda, di mana DNA Anda disimpan. Adapun vaksin yang menggunakan teknologi ini adalah vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna.

Vaksin vektor

Pada vaksin jenis ini, materi genetik dari virus Covid-19 ditempatkan dalam versi modifikasi dari virus yang berbeda (vektor virus). Ketika vektor virus masuk ke dalam sel Anda, ia mengirimkan materi genetik dari virus Covid-19 yang memberi sel Anda instruksi untuk membuat salinan protein S.

Setelah sel Anda menampilkan protein S pada permukaannya, sistem kekebalan Anda merespons dengan menciptakan antibodi dan sel darah putih defensif. Jika nanti Anda terinfeksi virus Covid-19, antibodi akan melawan virus tersebut.

Vaksin vektor tidak dapat menyebabkan Anda terinfeksi virus Covid-19 atau virus vektor virus. Pasalnya, materi genetik yang dikirimkan tidak menjadi bagian dari DNA Anda. Vaksin yang menggunakan teknologi ini yakni vaksin Janssen/Johnson & Johnson Covid-19 dan AstraZeneca.

Vaksin subunit protein

Vaksin subunit hanya mencakup bagian virus yang paling baik dan merangsang sistem kekebalan Anda. Jenis vaksin Covid-19 ini mengandung protein S yang tidak berbahaya.

Setelah sistem kekebalan Anda mengenali protein S, tubuh akan menciptakan antibodi dan sel darah putih defensif. Jadi, jika Anda terinfeksi virus Covid-19, antibodi akan melawan virus tersebut. Vaksin yang menggunakan metode ini adalah Novavax.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini