Share

Diklaim Lebih Cepat, Alat Tes RT-LAMP Tetap Tak Bisa Gantikan PCR

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 17 Januari 2022 17:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 612 2533517 diklaim-lebih-cepat-alat-tes-rt-lamp-tetap-tak-bisa-gantikan-pcr-0oaUHoSYdo.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SETELAH dua tahun penelitian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akhirnya merampungkan alat tes reverse transcription loop mediated isothermal amplification atau disebut RT-LAMP. Alat ini adalah metode alternatif pengujian virus Covid-19 yang banyak menggunakan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) sebagai metode standard.

Peneliti Kimia BRIN Tjandrawati Mozef mengatakan, RT-LAMP menjanjikan hasil tes yang sangat cepat. Ya, berdasarkan hasil studi panjang, RT-LAMP bisa membaca Covid-19 pada sampel yang diambil dari hidung dengan cara di-swab kurang dari 1 jam.

"Ini sangat menguntungkan buat fasilitas kesehatan yang tidak memiliki alat PCR dan juga membutuhkan hasil tes yang akurasinya setara dengan RT-PCR," tambah Tjandrawati.

Meski setara dengan RT-PCR, alat tes buatan BRIN ini dihadirkan bukan untuk menggantikan RT-PCR. Sebab, sampai saat ini 'gold standar' pemeriksaan Covid-19 masih RT-PCR.

Hadirnya inovasi ini, kata Tjandrawati, sebagai pelengkap alat skrining Covid-19 yang dimiliki Indonesia. "Kami coba hadirkan alat tes Covid-19 lain yang lebih cepat, akurasinya sangat tinggi, dan dapat diakses tanpa alat PCR," katanya.

Selain itu, lanjutnya, harga kit RT-LAMP juga lebih murah. Dengan begitu, pihaknya berharap alat tes ini bisa memaksimalkan upaya pemerintah dalam mengendalikan pandemi.

"Dengan dipakainya RT-LAMP, diharapkan tidak ada lagi limitasi, sehingga daerah-daerah yang tidak memiliki alat PCR, lalu tidak bisa tes Covid-19, bisa melakukan testing dengan alat ini," tambah Tjandrawati.

RT-LAMP sendiri sudah memiliki Nomor Izin Edar Alat Kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yakni Kemenkes RI AKD 2030322XXXX. Nama merek alat tes Covid-19 BRIN ini adalah Qi-LAMP-O, dengan izin edar berlaku hingga Januari 2027.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini