Share

Dokter Reisa Ungkap Alasan Karantina dari Luar Negeri Dipersingkat Jadi 7 Hari

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 17 Januari 2022 18:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 612 2533548 dokter-reisa-ungkap-alasan-karantina-dari-luar-negeri-dipersingkat-jadi-7-hari-DpEmhoLLzA.jpg Dokter Reisa. (Foto: Instagram)

DEMI mencegah varian Omicron semakin merajalela, pemerintah memang menerapkan aturan ketat karantina. Dari yang awalnya selama 14 hari, lalu dipersingkat menjadi 10 hari, dan sekarang diberlakukan masa karantina bagi semua PPLN hanya tujuh hari, tepatnya 7x24 jam.

Karantina bagi para pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang masuk ke Indonesia, baik itu warga negara asing (WNA) atau pun warga negara Indonesia (WNI) memang harus dilakukan seiring dengan mulai masuknya varian omicron di Indonesia.

Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan, perubahan masa durasi karantina PPLN yang jadi lebih pendek ini adalah hasil dari evaluasi berkala yang dilakukan pemerintah.

“Karena memang ada yang namanya evaluasi, dimonitoring secara berkala dan memang ternyata hitungan karantina 7x24 jam ini didukung oleh temuan ilmiah di banyak negara,” ujar dr. Reisa, dikutip dari siaran langsung “Siaran Sehat” di Instagram Live Kemenkes RI, Senin (17/1/2022).

Data temuan ilmiah memperlihatkan varian Omicron yang saat ini sudah menyebar ke 150 dari total 195 negara di dunia tersebut, memiliki masa inkubasi yang singkat yakni hanya tiga hari.

“Ternyata varian Omicron ini masa inkubasinya 3 hari setelah pertama kali terpapar. Jadi tentunya durasi karantina ini harus disesuaikan. Enggak relevan lagi dari 14 hari, lalu 10 hari, makanya sekarang 7 hari sudah dinilai cukup, apalagi ditambah dengan adanya deteksi berlapis contohnya tes di entry dan exit,” tutup dr. Reisa

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini