Share

Vaksinasi Booster Masih Diprioritaskan untuk Lansia

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 18 Januari 2022 14:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 481 2533990 vaksinasi-booster-masih-diprioritaskan-untuk-lansia-oEbxnv22jw.jpg Vaksinasi booster (Foto: ECDC))

GUNA mencegah penularan Covid-19, apalagi saat ini varian Omicron merebak, banyak orang yang ingin mendapatkan vaksin booster. Namun memang sampai saat ini masih diutamakan lansia.

Bahkan 9.280 pedagang pasar juga menunggu giliran mendapatkan vaksinasi booster. Hal ini disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia, Y Joko Setiyanto.

Para pedagang pasar antusias mendapatkan vaksin booster setelah vaksin primer yaitu vaksin dosis pertama dan kedua telah mereka terima.

 Vaksinasi booster

"Sudah pada bertanya. Saya bilang tunggu Kementerian Kesehatan. Karena vaksinasi awal, kerja sama antara Kemenkes dengan Asparindo," kata Joko dalam webinar bertema Vaksin Booster Hindari Gelombang Ketiga.

Menurut Joko, kesadaran pedagang pasar mengenai pentingnya vaksinasi Covid-19 tidak lepas dari sosialisasi yang terus dilakukan. Melalui sosialisasi, edukasi terhadap masyarakat pasar bahwa vaksinasi mencegah sakit Corona berlangsung efektif.

"Sosialisasi juga melalui poster yang paling mengena dan menohok di masyarakat. Saya setuju dengan poster bertuliskan 'Vaksin Mencegah Sakit dan Mati karena Corona'. Di masyarakat harus lebih jelas, tidak perlu ditutup-tutupi Corona tidak berbahaya. Corona sangat bahaya. Kalau mereka harus mendapat informasi bahwa jika tidak divaksinasi berbahaya untuk kesehatan dan jiwa," ujarnya.

Sementara itu Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksin booster masih diprioritaskan untuk kelompok lanjut usia, kelompok yang memiliki komorbid, dan ibu hamil.

"Untuk booster masih dibatasi. Vaksinasi booster diberikan kepada lansia, masyarakat dengan komorbid, dan ibu hamil. Yang lain menunggu giliran sesuai strategi pemerintah," kata Siti Nadia.

Vaksinasi booster, menurut Nadia dilakukan untuk meningkatkan efektivitas vaksin yang menurun. Ia menjelaskan, terdapat fakta mengapa infeksi omicron dilihat sebagian besar tidak bergejala atau ringan, hal itu terjadi karena imunitas bekerja, yaitu imunitas antibodi dan imunitas sel.

"Imunitas sel akan bertahan lama di tubuh. Suatu saat ada materi virus baru maka antibodi merespon melalui mekanisme imunitas seluler. Imunitas antibodi terlihat ada penurunan setelah 6 bulan, karena ditambah varian virus bertambah dengan varian-varian maka kita melakukan vaksinasi booster," tuturnya.

Saat ini, terdapat 126 negara yang akan melakukan vaksinasi booster. Namun untuk sekarang, vaksin masih difokuskan untuk tiga kelompok yaitu tenaga kesehatan, lansia, dan memiliki kelainan imunitas.

Meski vaksinasi booster telah dilakukan, menurut Siti Nadia, pemerintah masih berupaya menyelesaikan vaksinasi primer yaitu dosis pertama dan kedua.

Baca juga: Menkes Menjawab: Kapan dan di Mana Orang Bisa Dapat Vaksin Booster

Pekerjaan rumah utama pemerintah saat ini adalah vaksinasi lansia. Data lansia yang telah mendapat vaksinasi sejumlah 70 persen, dari jumlah itu baru 45% atau 10 juta yang mendapat dosis lengkap.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini