Share

Kasus Stunting dan Overweight pada Balita Menurun

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 18 Januari 2022 14:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 481 2533993 kasus-stunting-dan-overweight-pada-balita-menurun-4ae9x3p9OU.jpg Stunting (Foto: Code blue)

DIREKTUR Gizi Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, dr. Dhian Probhoyekti Dipo, SKM, MA mengatakan, berdasarkan Global Nutrition Report 2021, masalah gizi kurang dan gizi lebih masih menjadi perhatian dunia.

Bahkan gizi lebih dan obesitas meningkat secara cepat hampir pada seluruh negara di dunia.

 stunting

Begitu juga di Indonesia, saat ini Tanah Air dihadapkan dengan berbagai permasalahan gizi terutama gizi kurang termasuk stunting, gizi lebih termasuk di dalamnya obesitas, serta masalah gizi akibat kekurangan zat gizi mikro.

“Saat ini prevalensi stunting terus mengalami penurunan. Hasil SSDI 2021 menyebutkan prevalensi stunting saat ini 24,4 persen. Namun angka ini masih jauh dengan angka prevalensi yang ditargetkan RPJMN 2020-2024 bahwa 2024 menjadi 14 persen,” kata dr. Dhian, dalam Temu Media Peringatan Hari Gizi Nasional ke-62 ‘Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas’.

Sementara prevalensi overwieght pada balita pada 2021 sebesar 3,8 persen. Sedangkan obesitas dewasa yang lebih dari 18 tahun meningkat menjadi 21,8 persen berdasarkan Riskesdas 2018. Prevalensi overweight pada balita dan obesitas dewasa ini harus ditekan. Sehingga pada 2025 ditargetkan tidak ada kenaikan.

 Baca juga:  Cegah Stunting, Anak Harus Diberi Susu UHT Bukan Susu Kental Manis

“Meski dari data memperlihatkan penurunan stunting dan overweight pada balita di Indonesia mengalami penurunan yang cukup baik, namun hal ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Ini harus mendapatkan perhatian dari semua pihak,” imbuhnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini