Share

Bingung dengan Vaksin Booster? Begini Penjelasan Kemenkes

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 18 Januari 2022 13:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 612 2533920 bingung-dengan-vaksin-booster-begini-penjelasan-kemenkes-4b6d5ADxWI.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

MENANGKAL varian Omicron dan juga varian-varian lain yang mungkin hadir di Indonesia, pemerintah pun memberikan vaksin booster bagi masyarakat. Pasalnya, antibodi yang dihasilkan oleh vaksin Covid-19 memang akan menurun seiring dengan waktu.

Karenanya, program vaksin bookster ini dilakukan untuk memberikan perlindungan ekstra kepada masyarakat, agar lebih kuat dalam menghadapi pandemi Covid-19, terlebih dalam melawan varian Omicron yang sudah masuk ke Tanah Air.

Meski demikian, saat ini masih banyak masyarakat yang bingung dengan vaksinasi booster. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencoba menjelaskan beberapa pertanyaan terkait vaksinasi booster yang paling sering ditanyakan masyarakat.

Apa itu vaksin booster?

Vaksinasi booster merupakan vaksinasi yang dilakukan setelah seseorang mendapatkan vaksin primer dosis lengkap satu dan dua. Vaksin ini dimulai pada pekan lalu dengan menggunakan lima vaksin booster yang telah mendapatkan Emergency Use Authorization dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Adapun kelima vaksin yang disetujui menjadi booster Covid-19 adalah Coronavac (Sinovac-Bio Farma), AstraZeneca, Pfizer, Moderna, dan Zifivax. Perlu diketahui vaksin ini sifatnya gratis alias tidak dipungut biaya sedikitpun.

Jenis vaksin booster apa yang diberikan?

Badan POM bersama dengan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) telah memutuskan untuk memberikan vaksinasi booster dengan metode heterolog (kombinasi vaksin boster yang berbeda dengan vaksin primer atau sebelumnya). Metode ini dinilai lebih efektif dan mampu memberikan titer antibodi yang baik.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, sebelumnya menjelaskan bahwa vaksinasi booster ini juga akan diberikan setengah dosis. Sebab setelah diteliti pemberian vaksin booster setengah dosis memiliki efek hampir serupa dengan full dosis, bahkan ada yang menunjukkan hasil lebih baik.

Selain itu tingkat Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dari vaksin ½ dosis juga dinilai lebih rendah ketimbang full dosis. Sehingga pemerintah memutuskan untuk memberikan booster ½ dosis.

Jenis vaksin yang akan diberikan sesuai dengan riwayat penerimaan vaksin dosis pertama dan kedua serta mempertimbangkan ketersediaan vaksin di layanan vaksinasi.

Booster ½ dosis AstraZeneca atau ½ dosis Pfizer bagi yang mendapatkan vaksin primer Sinovac. Sementara booster ½ dosis Moderna atau ½ dosis Pfizer bagi yang mendapatkan vaksin primer AstraZeneca.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini