Share

Hanya yang Berstatus Hijau di PeduliLindungi, Boleh Pergi ke Fasilitas Publik

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 19 Januari 2022 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 19 481 2534417 hanya-yang-berstatus-hijau-di-pedulilindungi-boleh-pergi-ke-fasilitas-publik-eHm7DcdvuC.jpg Pandemi Covid-19 (Foto: VOI)

JURU Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan, pemerintah terus mengevaluasi penerapan Pembatasan Pergerakan dan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di seluruh Indonesia.

Hal ini guna meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penularan varian Omicron yang terus bertambah.

 peduli lindungi

Saat ini pemerintah sudah mengeluarkan instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 3 Tahun 2022 untuk pengaturan PPKM level 3,2,1 di Jawa-Bali dan Inmendagri No 4 Tahun 2022 untuk pengaturan PPKM level 3,2,1 di luar Jawa-Bali yang terbit pada Selasa 18 Januari 2022.

“Ini berlaku untuk seminggu ke depan yakni pada 18–24 Januari 2022 untuk Inmendagri Jawa–Bali dan berlaku 2 minggu untuk mulai 18–31 Januari 2022 untuk Inmendagri luar Jawa–Bali,” kata dr. Reisa dalam Keterangan Pers Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Rabu (19/1/2022).

Ia melanjutkan bahwa secara garis besar pemerintah telah mempertahankan metode PPKM Natal dan Tahun Baru (Nataru) dan penyesuaian hanya pada Inmendagri No 3 di wilayah Jawa-Bali. Di mana hanya masyarakat berstatus hijau pada aplikasi PeduliLindungi atau artinya sudah vaksin dosis lengkap dan sehat yang diperbolehkan masuk ke tempat publik.

Beberapa tempat publik yang dimaksud seperti hotel, supermarket, bioskop, fasilitas olahraga, dan pada semua level PPKM. Dalam kesempatan ini dr. Reisa pun mengimbau bagi para pengelola tempat publik untuk selalu patuh terhadap protokol kesehatan dalam mengelola usahanya.

 Baca juga: Pasien Covid-19 di RSDC Wisma Atlet Berkurang Jadi 2.615

“Untuk pengelola tempat publik diimbau untuk melakukan pengawasan yang sangat ketat terutama dalam penggunaan PeduliLindungi. Selama jam operasional berlangsung harus dipastikan agar tidak jadi kerumuman atau pelanggaran protokol kesehatan,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini