Share

Ahli Gizi Beri Tips Cegah Stunting dan Obesitas pada Balita

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 19 Januari 2022 11:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 19 481 2534430 ahli-gizi-beri-tips-cegah-stunting-dan-obesitas-pada-balita-acwZDxF7jW.jpg Stunting (Foto: Daily pioneer)

GURU Besar Ilmu Gizi FEMA IPB, Prof. dr. Hardiansyah mengatakan, stunting dan obesitas pada balita masih menjadi masalah utama yang dihadapi pemerintah. Sebab permasalahan gizi ini berdampak terhadap generasi penerus bangsa di masa depan.

Dalam dalam acara Temu Media Peringatan Hari Gizi Nasional ke-62 ‘Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas’, Selasa (18/1/2022), Prof. Hardiansyah menyebut ada pangan yang terbukti mencegah stunting saat ibu hamil. Beberapa di antaranya adalah susu, telur, ikan, pangan hewani, dan lauk-pauk.

 mencegah stunting

"Kemudian pangan yang terbukti mencegah stunting setelah bayi lahir adalah ASI eksklusif, susu pertumbuhan, telur, ikan, pangan hewani, lauk pauk, dan berbagai MP ASI diperkaya gizi," kata Prof. Hardiansyah.

Ia melanjutkan, memberikan Air Susu Ibu (ASI) dan makanan pendamping ASI (MPASI) yang cukup dengan baik menjadi pilihan terbait untuk memenuhi asupan gizi pada anak. ASI eksklusif sampai 6 bulan, dilanjutkan pemberian ASI 6 sampai 23 bulan.

Berikan MPASI yang cukup dan baik pada usia 6 sampai 23 bulan. Jaga kesehatan bayi dan anak melalui imunisasi, kebersihan, stimulasi, kebiasaan baik makan sayur, buah, lauk pauk, dan protein tinggi.

Terkait dengan masalah obesitas, ada baiknya orangtua memahami penyebab utama obesitas atau kegemukan. Obesitas bukan hanya disebabkan karena kurang aktivitas fisik dan makanan, tapi banyak penyebabnya.

Ia menyebut kalau pada orang dewasa atau remaja obesitas bisa terjadi karena stres yang menimbulkan inflamasi. Inflamasi inilah yang menimbulkan penumpukan lemak. Selain itu kurang tidur atau kelebihan tidur yang meningkatkan hormon ghrelin jadi pembawaannya lapar.

 Baca juga: Pemerintah Targetkan Angka Stunting Sebesar 14% pada 2024

“Mulailah dengan mengelola faktor penyebab utama seperti stres, terus jangan sampai stres, harus perbanyak aktivitas fisik dan mengatur waktu tidur, pantau berat badan dan lingkar pinggang,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini