Share

Tren Baju Pengantin di Masa Pandemi: Outdoor yang Simpel

Martin Bagya Kertiyasa, Okezone · Jum'at 21 Januari 2022 06:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 194 2535317 tren-baju-pengantin-di-masa-pandemi-outdoor-yang-simpel-Ci6mhm9Hbx.jpg Gaun pengantin. (Foto: Instagram mettafebriyan.official)

DITERPA pandemi Covid-19, pengusaha wedding curhat bagaimana cara untuk menyambung hidup hingga kini. Salah satunya yang dialami Metta Febriyan, pengusaha jasa wedding sekaligus selebgram.

Metta memang belum lama merintis usahanya, tepatnya di awal pandemi 2019 lalu. Ia memulai usaha jasa wedding yakni menyewakan gaun pernikahan untuk calon memmpelai pengantin dan keluarganya.

Meski baru merintis, bak rezeki nomplok, Metta sudah melayani banyak calon pengantin di kawasan Jabodetabek hingga ke luar negeri. Dari kalangan selebritis, pengusaha hingga pejabat telah memakai jasanya.

Selama merintis usaha, Metta punya sekira 70-an koleksi gaun. Mulai dari simple dress untuk prewedding, evening dress yang biasa dipakai keluarga pengantin, cheongsam, juga wedding dress.

 gaun

"Sistemnya fleksibel, bisa sewa maupun beli. Jadi baju yg dibuat dengan design baru sesuai request client, bisa disewa maupun dibeli," ujar pemilik Butik Metta Febriyan saat dihubungi, baru-baru ini.

Selama pandemi pun, Metta ternyata masih kebanjiran rezeki. Meski mengadakan pesta pernikahan ada aturannya demi mencegah kerumunan yang memicu risiko penularan Covid-19.

Selera calon pengantin dalam memilih busana pengantin jelas berbeda. Di masa pandemi, banyak orang yang memilih konsep busanan simpel namun tetap elegan.

"Rata-rata mereka memilih baju yang simpel dan berfokus pada siluet tubuh. Mereka juga cari busana yang cocok dengan tema outdoor wedding ataupun intimate wedding," terangnya.

Metta bisa dibilang salah satu orang yang beruntung buka usaha jasa wedding di masa pandemi. Ia juga berbagi motivasi khususnya buat para pemula yang ingin bangun usaha jasa yang sama.

Menurutnya, jika ingin usaha tentu jangan berkecil hati, terutama bagi mereka yang tidak berpendidikan tinggi di bidang fashion. "Paling penting adalah tekad & passion. Meskipun bakat juga sedikit berpengaruh, tapi bakat bisa diasah melalui pengalaman."

Saat awal merintis usaha, Anda juga perlu mempelajari perilaku pasar untuk tahu target pasar.

"Maka tempatkan diri seperti sedang di posisi konsumen. Agar bisa berpikir kritis dan memahami umumnya apa yang disukai dan dicari," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini