Share

Gejala Omicron Hanya Berlangsung Selama 5 Hari

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 20 Januari 2022 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 481 2534930 gejala-omicron-hanya-berlangsung-selama-5-hari-SpjCSTSJrH.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

BERBAGAI penelitian mengungkapkan bahwa varian Omicron memang tidak lebih mematikan dibandingkan varian Delta. Pasalnya, tingkat keparahan hingga menyebabkan kematian karena varian Omicron tergolong rendah.

Meski demikian, varian Covid-19 juga tidak boleh dianggap remeh. Pasalnya, meskipun tingkat mortalitas varian Omicron lebih rendah, tapi penyebaran virusnya amatlah cepat di masyarakat.

Di Amerika Serikat saja misalnya, Omicron menjadi kasus Covid-19 terbanyak yang pernah ada. Indonesia sendiri mencatat kasus Omicron sampai saat ini sudah lebih dari 1.000 kasus.

Bicara soal gejala Omicron, dari kasus yang kini dilaporkan diketahui bahwa infeksi pada setiap orang berbeda-beda. Tapi, kebanyakan tidak berat dan dapat sembuh dalam waktu yang tidak lama.

"Mereka yang terinfeksi Omicron itu kebanyakan bergejala ringan dan biasanya sembuh dalam waktu satu hingga dua minggu," kata dr Lisa Maragakis dalam artikel untuk Johns Hopkins Medicine, dikutip MNC Portal dari WHNT, Kamis (20/1/2022).

Gejala awal yang paling umum muncul adalah pilek, sakit kepala, kelelahan, bersin-bersin, dan sakit tenggorokan. Gejala tersebut sering terasa seperti pilek, tetapi pada beberapa kasus disertai batuk, demam tinggi, dan nyeri tubuh.

Jika ditanya kapan persisnya gejala Omicron berlangsung, dr Lisa mengatakan, itu sangat individual. Artinya, kasus antara satu orang dengan orang lain akan berbeda tergantung banyak faktor seperti usia, status vaksinasi, kesehatan secara keseluruhan, dan berapa lama Anda istirahat.

"Untuk beberapa orang dengan kasus Omicron ringan, gejala hilang hanya dalam 5 hari, ini memungkinkan mereka mengakhiri isolasi lebih cepat dari status infeksi Covid-19 ataupun Delta," terang laporan tersebut.

Nah, pada kasus Omicron parah, dr Lisa menambahkan, biasanya pasien akan membutuhkan waktu agak lama sekitar 6 minggu atau lebih, dan mungkin ada kerusakan permanen pada jantung, ginjal, paru-paru, dan otak.

Dokter Lisa menambahkan, karena kasus Omicron belum berlangsung lama, sulit untuk menyimpulkan bahwa Omicron menyebabkan Long Covid-19. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) pun masih terus mengumpulkan data tentang tingkat keparahan dan durasi infeksi Omicron secara umum.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini