Share

Begini Kondisi Seseorang Bisa Terkena Omicron dan Delta Sekaligus

Antara, Jurnalis · Kamis 20 Januari 2022 16:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 481 2535261 begini-kondisi-seseorang-bisa-terkena-omicron-dan-delta-sekaligus-mdfiwB9gF8.jpg Varian Omicron (Foto: Antara)

PAKAR Penyakit Menular di University at Buffalo, Thomas Russo, MD menjelaskan, seseorang bisa terkena varian Omicron dan Delta sekaligus apabila berada di lokasi atau ruangan yang sama dengan orang yang terinfeksi.

"Bayangkan Anda berada di sebuah bar dengan banyak orang yang terinfeksi. Jika beberapa orang memiliki varian Omicron dan yang lain memiliki varian Delta, mereka semua melepaskan partikel virus tersebut ke udara, memaparkan pada Anda kedua varian tersebut," kata dia seperti dikutip dari Health.

Melalui cara itu, Anda bisa mendapatkan kedua varian virus secara bersamaan.

omicron

Varian Omicron menginfeksi beberapa sel, dan varian Delta menginfeksi yang lain. Setiap kali virus memasuki tubuh Anda, partikel tidak akan mengikat setiap sel. Jadi, jenis virus berbeda dapat mengikat sel yang berbeda pada waktu yang sama.

"Anda bisa memiliki lebih banyak Delta daripada Omicron atau sebaliknya. Keduanya dapat berpotensi menyebabkan infeksi," tutur Russo.

Sementara itu, pakar penyakit menular Johns Hopkins Johns Center for Health Security Amesh A. Adalja, MD menambahkan, ada kemungkinan seseorang juga mengontrak mendapatkan dua strain berganatian. Meskipun skenario ini mungkin lebih sulit didapat, karena kekebalan tubuh mulai berkembang setelah infeksi Covid-19.

Di sisi lain, Covid-19 bukan satu-satunya penyakit dengan kemungkinan hal ini dapat terjadi karena bisa terjadi dengan infeksi lain, termasuk flu.

Sebuah pembahasan pada tahun 2015 di Journal of Clinical Virology menyebutkan, koinfeksi influenza A/H3N2 dan influenza A/H1N1pdm09 terdeteksi pada anak laki-laki berusia 3 tahun di Kamboja pada tahun 2014.

 Baca juga: Apakah Seseorang Bisa Terkena Omicron dan Delta Bersamaan?

Para penulis studi menyimpulkan, meskipun tidak jelas seberapa sering ini terjadi, pihak laboratorium tetap harus mempertimbangkan kemungkinannya selama pengawasan flu.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini