Share

Varian Omicron Tembus 1 Juta di Amerika, Indonesia Perlu Belajar dari Negara Paman Sam

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 20 Januari 2022 10:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 612 2534949 varian-omicron-tembus-1-juta-di-amerika-indonesia-perlu-belajar-dari-negara-paman-sam-XZd3fZeAHU.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

ADA alasan dunia Badan Kesehatan Dunia (WHO) sangat mewaspadai varian Omicron, meskipun banyak peneliti menyebut bahwa varian ini tidak mematikan. Meski tidak menyebabkan keparahan seperti varian lainnya, tapi penularan Omicron memang sangat luar biasa.

Bahkan, karena sangat mudah menular WHO pun langsung menaikkan status varian ini menjadi Variant of Concern (VOC) tanpa melewati tahapan Variant of Interest (VOI). Terbukti, kasus Omicron di Amerika langsung menyebar dengan cepat.

Kasus Omicron di AS meledak parah hingga rata-ratanya lebih dari 1 juta kasus per hari. Padahal sebelumnya ledakan kasus vatian Delta tidak sejauh Omicron.

Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i mengatakan bahwa infeksi Omicron ringan, namun tetap tidak boleh dianggap remeh. Sebab infeksi Omicron bisa meledak seperti kasus yang terjadi di Amerika.

Selain itu kasus pasien yang sampai dirawat inap lebih dari 150 ribu per hari. Bahkan kematian hampir menyentuh angka 2 ribuan perhari. Dokter Fajri pun mencoba memberikan penjelasan mengenai fenomena yang terjadi tersebut.

Dalam unggahan video singkat di akun Instagram pribadinya @dr.fajriaddai, dia mengatakan varian Omicron ini memiliki kecepatan menular yang amat sangat cepat akibat mutasi genetik yang terjadi. "Untungnya, sebanyak 63 persen dari populasi masyarakat AS sudah divaksin full dosis atau divaksinasi sebanyak 2 kali," paparnya.

Sementara 24 persen populasi lainnya juga sudah diberikan vaksinasi dosis booster atau vaksinasi ketiga. Sehingga dampak keparahan dari infeksi varian Omicron ini jauh lebih baik. Kalau tidak divaksin lengkap dan mendapatkan booster sebanyak itu, kemungkinan ledakan kasus akan lebih parah.

Dokter Fajri pun berharap semoga Indonesia tidak mengalami ledakan seperti kasus yang menimpa AS. Namun, ia meminta masyarakat tetap peduli dan waspada dalam memahami bahwa saat ini dunia masih dalam konteks pandemi Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini