Share

Gejala Langka Covid-19, Kelamin Pria Ini Sakit saat Alami Ereksi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 20 Januari 2022 18:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 612 2535100 gejala-langka-covid-19-kelamin-pria-ini-sakit-saat-alami-ereksi-cLymmZm69o.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

GEJALA Covid-19 memang berbeda pada setiap orang, tergantung dengan imunitas dan antibodi yang dia miliki. Beberapa orang mengalami gejala yang cukup parah, sementara yang lainnya hanya bergejala ringan atau bahkan tidak bergejala.

Bahkan, ada orang yang memiliki gejala cukup unik, seperti yang terjadi pada seorang pria yang terinfeksi Covid-19 ini. Dia mengalami nyeri pada penisnya, setelah dicek positif Covid-19.

Dokter menyebut bahwa ini merupakan gejala yang sangat jarang terjadi. Dalam jurnal medis yang ditulis oleh para peneliti Iran menyebutkan bahwa virus Covid-19 menyebabkan pembekuan darah pada penis pria tersebut.

Pria yang tidak disebutkan namanya itu menderita nyeri di penis selama tiga hari, sebelum diperiksa oleh tim ahli urologi di Iran. Tim ahli merujuk pria tersebut untuk melakukan tes. Pria berusia 41 tahun itu mengatakan rasa tidak nyaman tersebut ia rasakan setelah ereksi saat berhubungan seks.

Covid-19

Merangkum dari The Sun, pria tersebut tidak mengalami trauma pada daerah panggul yang berpotensi memicu rasa sakit pada penisnya. Namun ia memiliki tes PCR yang menunjukkan hasil positif Covid-19 pada tiga minggu sebelumnya.

Tidak ada yang luar biasa tentang penyakit Covid-nya. Dokter mencatat, pria itu hanya memiliki gejala ringan termasuk demam, batuk dan kelelahan dan tidak memerlukan konsumsi obat apa pun. Sementara dari hasil tes di rumah sakit menunjukkan pria itu memiliki trombosis vena penis dorsal dalam.

Ini merupakan penyakit yang menyebabkan pembekuan darah di vena yang mengalir di sepanjang bagian atas batang penis. Vena mengalir di sepanjang penis dan terlibat dalam suplai darah beroksigen ke organ. Hasil ultrasonografi menunjukkan bahwa tidak ada darah mengalir di vena.

Mengetahui hal tersebut, dokter segera memberikan rivaroxaban yang merupakan obat pengencer darah yang digunakan untuk mengobati dan mencegah pembekuan darah.

"Dua bulan setelah memulai perawatan, gejala yang dialami pasien pria tersebut benar-benar hilang dan dia tidak merasakan sakit pada penis saat ereksi dan tidak mengalami gangguan seksual lagi,” tulis petugas medis.

Para ilmuwan telah mempelajari selama masa pandemi Covid-19 bahwa virus Corona tidak hanya menyebabkan gejala pernapasan. Salah satu dampak berbahaya lainnya adalah meningkatkan kecenderungan darah untuk membeku. Bahkan kasus pembekuan darah sering menjadi penyebab kematian.

“Kira-kira, 20-50 persen pasien rawat inap dengan infeksi Covid-19 memiliki tes koagulasi yang tidak normal,” tulis Morteza Bagheri.

Meski demikian, Bagheri mengatakan jenis pembekuan darah yang dialami pasien tersebut sangat jarang. Ketika itu terjadi, biasanya seseorang yang memiliki kelainan pembekuan darah bisa mengancam jiwa. Jika gumpalan darah pecah dan berjalan ke paru-paru, maka akan menyebabkan emboli paru.

“Literatur menunjukkan tidak ada kasus serupa yang diterbitkan sebelumnya dari deep dorsal penile vein thrombosis setelah infeksi Covid-19 dan pasien kami adalah kasus pertama yang dilaporkan,” kata Morteza Bagheri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini