Share

Muncul Efek Nocebo Usai Divaksin Covid-19, Apa Itu?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 21 Januari 2022 08:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 481 2535515 muncul-efek-nocebo-usai-divaksin-covid-19-apa-itu-Wt5MjfyICR.jpg Vaksin booster (Foto:ECDC)

VAKSIN Covid-19 terbukti menyebabkan efek samping pada tubuh. Tapi, penelitian terbaru mengungkapkan muncul hal di luar perkiraan yang sangat mengejutkan yang disebut dengan 'Nocebo'.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), sekitar 77% dari mereka yang menerima dosis vaksin Pfizer, Moderna, atau Johnson & Johnson melaporkan setidaknya mengalami satu gejala non-lokal segera setelah divaksin, seperti sakit kepala, demam, kelelahan dan nyeri otot.

 Vaksin Covid-19

Tapi, studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Network Open mengungkapkan bahwa hampir dua per tiga dari KIPI tersebut kemungkinan disebabkan oleh diri sendiri, yang peneliti sebut sebagai efek 'Nocebo'.

Apa maksudnya?

Para ilmuwan di Beth Israel Deaconess Medical Center di Boston menemukan bahwa banyak sukarelawan dalam kelompok kontrol vaksin, penerima vaksin plasebo mengaku menderita gejala mirip flu yang sama dengan kelompok yang divaksinasi.

"Gejala nonspesifik seperti sakit kepala dan kelelahan terdaftar sebagai KIPI yang paling umum terjadi setelah vaksinasi Covid-19 menurut banyak informasi yang beredar," kata penulis senior studi Ted J. Kaptchuk, profesor kedokteran di Harvard Medical School, dikutip dari New York Post, Jumat (21/1/2022).

Ia melanjutkan, bukti menunjukkan bahwa informasi semacam itu dapat menyebabkan orang salah mengartikan sensasi yang mereka alami pasca menerima suntikan vaksin. Bahkan, bisa menyebabkan kecemasan dan kekhawatiran yang membuat orang sangat waspada terhadap perasaan tubuh tentang efek samping vaksin.

Para peneliti menemukan bahwa penerima vaksin dan plasebo melaporkan KIPI pada level yang sama, masing-masing 22.802 dan 22.578 laporan, per data yang dikumpulkan dari 12 uji coba vaksin baru-baru ini.

Lebih dari 35% penerima plasebo mengalami setidaknya satu gejala sistemik, yang berarti tidak terkait dengan tempat suntikan. Sakit kepala adalah yang paling umum, dengan 19,6% pelaporan, diikuti oleh kelelahan pada 16,7%. Sebagai perbandingan, 46% penerima vaksin asli mengatakan mereka merasakan setidaknya satu gejala sistemik.

Sementara itu, 16% penerima plasebo juga melaporkan efek lokal, seperti nyeri, gatal dan bengkak di tempat suntikan setelah dosis pertama, sedangkan sekitar 66% relawan yang benar-benar divaksinasi mengalami efek lokal yang sama.

"Dari data tersebut dapat dijelaskan bahwa setidaknya dua per tiga KIPI yang dilaporkan oleh individu penerima vaksin aktif dapat dikaitkan dengan efek 'Nocebo', karena banyak gejala yang sama terjadi pada kelompok plasebo," menurut para peneliti.

Artinya, apa yang Anda alami setelah disuntik vaksin Covid-19 mungkin semata-mata hanya efek 'Nocebo' yang mana itu terjadi karena diri Anda sendiri yang termakan informasi. Sebab, kelompok placebo pun mengalami gejala-gejala yang kurang lebih sama.

 Baca juga: Epidemiolog Ingatkan Masyarakat Tak Pilih-Pilih Vaksin Covid-19

Kaptchuk mengatakan, dia berharap penelitian ini dapat membantu mengurangi kekhawatiran tentang vaksinasi Covid-19, pun dapat mengurangi keraguan vaksinasi.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini