Share

Italia Jadi Negara dengan Kenaikan Kasus Covid-19 Paling Banyak

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 21 Januari 2022 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 481 2535697 italia-jadi-negara-dengan-kenaikan-kasus-covid-19-paling-banyak-LfLH6xwbSH.jpg Varian Omicron (Foto: NBC Chicago)

JURU Bicara Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, saat ini setidaknya sudah ada 150 negara yang memiliki kasus Omicron dengan lebih dari 500 ribu kasus yang terdeteksi.

Terdapat sekira enam negara yang masuk ke dalam 10 besar negara dengan kasus Omicron terbanyak

 omicron

Keenam negara tersebut yakni Amerika Serikat (AS), Perancis, Australia, Kanada, Italia, dan Inggris. Prof. Wiku mengatakan jika dilihat secara umum, maka keenam negara ini menunjukkan kenaikan kasus positif yang cukup signifikan. Diikuti sedikit kenaikan pada kematian dan kebutuhan rumah sakit.

Lebih lanjut, Prof. Wiku menjelaskan, tiap negara ini memiliki kebijakan yang berbeda-beda, sehingga menghasilkan angka kenaikan kasus Covid-19 yang beragam antara satu negara dengan negara lainnya.

"Berbagai kebijakan yang diterapkan berbeda-beda dan meliputi penggunaan masker, pengaturan kegiatan umum, mobilitas, dan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN)," kata Prof Wiku, dalam Keterangan Pers Penanganan Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut Prof. Wiku juga menjelaskan mengenai peningkatan kasus positif terjadi cukup signifikan dari keenam negara tersebut.

1. Italia mengalami kenaikan kasus sebanyak 122 kali lipat menjadi 1,3 juta kasus per minggu.

2. Australia memiliki kasus Covid-19 yang naik sebanyak 62 kali lipat menjadi 760 ribu kasus per minggu.

3. Prancis mengalami peningkatan kasus sebanyak 43 kali lipat menjadi 4 juta kasus per minggu.

4. Kanada mengalami kenaikan kasus sebanyak 18 kali lipat menjadi 320 ribu kasus per minggu.

Baca juga: Isolasi Selama 5 Hari Akibat Omicron Dinilai Kurang

5. Amerika Serikat kasus meningkat sebanyak 11 kali lipat menjadi 5,6 juta per minggu.

6. Inggris mengalami kenaikan kasus sebanyak 2 kali lipat menjadi 700 ribu kasus per minggu.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini